Saturday, 25 Sep 2021
Temukan Kami di :
Bisnis

Menteri Trenggono Dukung Koperasi Indramayu Jual Garam Kemasan ke Pasar

Aisyah Isyana - 14/03/2021 19:30

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, berupaya mendorong koperasi petambak garam di Indramayu agar dapat lebih meningkatkan daya jual produk. Upaya itu dapat dilakukan dengan mengemas garam agar dapat langsung dijual ke pasar, tidak hanya di pabrik saja.

"Kalau gitu dikemas supaya bisa langsung dijual ke pasar, bukan hanya dijual ke pabrik," ujar Trenggono dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Baca juga :

Pantauan data tahun lalu, produksi garam di Kabupaten Indramayu mencapai 361 ribu ton. Hanya saja, penyerapannya masih belum menyeluruh, lantaran garam yang dihasilkan kelompok petambak hanya di jual ke pabrik-pabrik saja, untuk diolah jadi garam kemasan.

Alhasil, tak jarang setiap tahun masih ada garam yang tersimpan di gudang, lantaran pabrik juga memiliki keterbatasan dalam melakukan pengolahan. Contoh produksi garam tahun lalu, dimana ada sekitar 37.000 ton garam yang hingga kini tersimpan di gudang di Cirebon.

Menyikapi hal itu, Ketua Koperasi Garam Inti Rakyat (GIR) Sari Bobos Amin Muhaimin mengatakan, penjualan garam saat ini masih bergantung pada kebutuhan pabrik. Hal itu dikarenakan lantaran perizinan untuk mendukung produksi garam kemasan tengah diurus, salah satunya pengurusan izin edar BPOM.

Selain itu, Amin juga menyinggung soal pentingnya pendampingan dari pemerintah agar produk garam kemasan yang nantinya di produksi dapat memiliki daya saing tinggi, sehingga tak kalah dengan garam-garam yang dihasilkan dari pabrik besar.

"Perizinan sedang diurus pak," tutur Amin.

Sebagai upaya mendorong produktivitas garam lokal di Indramayu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendirikan washing plant atau unit pengelolaan garam di Kecamatan Krangkeng. Whasing plant itu didirikan tahun lalu dan menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi nasional.

Sementara Kapasitas produksi washing plant ini mencapai 20 ton per hari. Garam yang dapat dihasilkan diketahui mencapai Rp1.800/kilogram. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb Haeru Rahayu menyebut, washing plant ini terbukti mendorong produktivitas garam di Indramayu.

"Tadinya, petambak mengeluhkan biaya produksi yang lebih tinggi dibanding harga jual garam. Namun saat ini mereka bisa mendapat keuntungan hingga Rp600 per kilogram garam yang dihasilkan. Selain itu, garam yang dihasilkan juga higienis karena prosesnya menggunakan sentuhan teknologi," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA