Monday, 12 Apr 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Tabur Kokain di Penis Saat Seks Oral, Dokter Ini Sebabkan Selingkuhnya Overdosis Dan Tewas

Anas Baidowi - 14/03/2021 12:00 ilustrasi

Beritacenter.COM - Media Jerman ramai pempenbincangkan seorang ahli bedah plastik setelah kehidupan seksnya terbongkar di pengadilan. Terlebih, sang dokter tersebut diketahui gemar membubuhi kokain selama berhubungan intim dengan kekasihnya.

Pertualangan seks sang dokter akhirnya terbongkar setelah salah satu pasangannya mengalamami overdosis selama oral seks.

Dikutip dari Mirror hingga The Sun, Dokter bernama Andreas David Niederbichler, dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dengan tuduhan pemerkosaan dan aksi kekerasan yang menyebabkan kematian.

Selama persidangan, Niederbichler diketahui menjalani hubungan dengan wanita berusia 38 tahun bernama Yvonne M. Wanita tersebut adalah mantan pasien Niederbichler dan sudah berstatus sebagai istri orang.

Pada saat melakukan hubungan, Niederbichler dan Yvonne terlibat dalam aksi oral seks. Namun saat itu, Yvonne tidak mengetahui jika sang dokter membubuhi kokain ke penisnya.

Akibatnya, Yvonne merasakan sesak nafas, pingsan, dan akhirnya meninggal usia dilarikan ke rumah sakit. Hasil autopsi lantas mengungkap bahwa Yvonne meninggal karena overdosis kokain.

Kejadian itu sebenarnya terjadi pada tahun 2018, dan Niederbichler mulai mendapatkan vonis 9 tahun penjara pada tahun 2019 lalu. Namun, baru-baru ini, kasus Niederbichler kembali jadi perbincangan usai keluarga Yvonne menuntut kompensasi sebesar 25 ribu pound sterling atau setara Rp500 juta pada Niederbichler.

Berbagai perkembangan kasus Niederbichler akhirnya mulai bermunculan ke publik. Di antaranya termasuk kenyataan bahwa Yvonne menganggap Niederbichler seperti karakter di film 'Fifty Shades', Christian Grey.

"Yvonne ingin meninggalkan suaminya untuk Dokter Niederbichler. Menurutnya, ia (Niederbichler) seperti Christian Grey dari Fifty Shades of Grey," ucap seorang saksi yang mengaku sebagai kawan Yvonne.

Yang mengejutkan lagi, ternyata Yvonne bukanlah satu-satunya korban Niederbichler saat melakukan 'permainan seks dengan kokain'. Jaksa penuntut lalu mengungkap bahwa antara September 2015 hingga Februari 2018, Niederbichler pernah membius hingga melakukan pelecehan seksual terhadap tiga wanita.

Jaksa penuntut juga menjelaskan, bahwa selama melancarkan aksinya itu, Niederbichler memberikan kokain secara diam-diam kepada para kekasihnya. Itu termasuk bagaimana tanpa sepengetahuan pasangannya, Niederbichler menaruh kokain ke kulupnya.

Selain itu, ia juga ikut memasukkan kokain ke dalam gelas sampanye hingga menyembunyikan bahan terlarang tersebut ke lipstik serta pasta gigi pasangannya.

Ketua jaksa penuntut, Eva Vogel lantas mengatakan bahwa aksi itu dilakukan Niederbichler karena ia ingin agar pasangannya lebih patuh dengan permintaan seksualnya.

"Dia memberikan kokain agar bisa bebas melakukan praktik seks sesuai dengan kemauannya," ungkap Vogel.

Karena ulah Niederbichler itulah, para korbannya jadi kehilangan kesadaran. Bahkan, salah satu korban sampai harus mengalami dua kecelakaan mobil karena linglung setelah bercinta dengan Niederbichler. Sementara seorang korban lainnya menderita kedutan saraf.

Niederbichler sendiri mengaku bahwa dirinya memang suka memberikan kokain saat berhubungan intim dengan pasangannya. Namun, ia terus menyangkal bahwa para korbannya tidak tahu tentang hal tersebut.

Niederbichler juga terus membantah telah menyebabkan kematian Yvonne. Ia bahkan mengklaim bahwa Yvonne adalah seorang pengguna kokain. Karena itulah, Niederbichler dikatakan sempat mengajukan banding dan menolak memberikan kompensasi finansial terhadap keluarga Yvonne.

"Ya, ada obat-obatan. Tapi saya tidak membius wanita mana pun tanpa sepengetahuan mereka. Saya sedang mencari cara khusus untuk memuaskan diri, dan mereka (mau) ikut serta," ucap Niederbichler yang dulunya sempat menjabat jadi dokter kepala di Klinik Ameos untuk Bedah Plastik, Estetika, dan Tangan di kota Halberstadt di Saxony-Anhalt.

Namun, permohonan banding Niederbichler itu diketahui telah ditolak pengadilan Jerman. Selain itu, Hakim Steffi Ewald dari pengadilan Magdeburg juga pada akhirnya mengabulkan gugatan keluarga Yvonne dan meminta Niederbichler untuk membayar kompensasi.

"Terdakwa dijatuhi hukuman untuk membayar biaya pemakaman sebesar 7.337 pound sterling (Rp146 juta), serta tunjangan yang selamat untuk suami almarhum dan putranya masing-masing sebesar 8.581 pound sterling (Rp171 juta)," ucap Hakim Steffi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA