Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
Teknologi

KAPAL BARU KKP, KEREN DAN CANGGIH

Lukman Salasi - 09/03/2021 13:50

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menambah dua armada kapal untuk memperkuat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan serta pemberantasan illegal fishing di Selat Malaka dan Laut Natura Utara.

Kapal pengawas perikanan milik KKP yang baru ini yaitu KP HIU 16 dan KP HIU 17 bertipe kapal cepat dan canggih.

“Kecepatan dua kapal ini jauh melebihi kapal-kapal pengawas yang sudah kita punya,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat meresmikan kapal tersebut di Batam, Selasa (9/3/2021).

Trenggono berjanji akan terus menambah armada pengawasan yang lebih besar dan canggih.

“Saya berkeinginan membangun kapal pengawas perikanan sekelas kapal fregat secara bertahap," ujarnya.

Pembuatan KP HIU 16 dan KP HIU 17 disebut menggunakan teknologi mutakhir dan lebih kencang. Keduanya dibuat oleh oleh PT. Palindo Marine Batam dengan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kapal Pengawas Perikanan yang baru ini termasuk kapal kelas C dengan panjang 30-40 meter.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menjelaskan bahwa kedua kapal tersebut dibangun dari bahan material pelat kapal dipilih dari bahan alumunium alloy yang sangat ringan namun kuat, supaya minim korosi dan perawatannya cenderung lebih mudah. Kelebihan utama pada kapal ini terletak pada kecepatan lajunya yang mencapai 29 knot.

"Ini kapal tercepat yang kami miliki saat ini," ujar Ipunk.

Ipunk juga menyampaikan bahwa kedua kapal tersebut telah dilengkapi dengan alat navigasi canggih, seperti Global Positioning System, Navigator Platter, Auto Pilot, Magnetic Compass Reflector, Automatic Identification System serta Electronic Chart Display and Information System.

Selain itu, Ipunk menyebutkan bahwa kapal tersebut telah dilengkapi drone sebagai alat pendokumentasian kegiatan HENRIKHAN (Penghentian, Pemeriksaan, dan Penahanan) kapal ilegal.

“Teknologinya sangat memadai untuk mendukung proses Henrikhan,” terang Ipunk.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA