Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
News

Potensi Daerah Bahaya Erupsi Merapi Bertambah, Pasca Kubah Lava Makin Tinggi

Aisyah Isyana - 05/03/2021 22:33

Beritacenter.COM - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali memperbaharui potensi daerah bahaya Gunung Merapi, pasca pantauan dua kubah lava yang masih terus bertumbuh.

BPPTKG sebelumnya menyebut potensi daerah bahaya erupsi Gunung Merapi mencakup sektor selatan-barat daya dengan jarak 5 kilometer dari puncak. Saat ini, pertumbuhan kuba lava dtengah kawah, membuat potensi bahaya awan panas dan guguran lava meluas ke tenggara.

Baca juga : Gunung Merapi Kembali Erupsi Malam Ini, Luncurkan Guguran Awan Panas Hingga 13 Km

"Potensi bahaya saat ini di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Krasak, Bedog, Bebeng dan Putih sejauh 5 kilometer. Ditambah untuk sektor tenggara yang masuk ke alur Sungai Gendol dengan jarak 3 kilometer dari puncak," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran informasi bertajuk 'Aktivitas Merapi Terkini' melalui daring, Jumat (5/3/2021).

BPPTKGA hingga saat ini masih belum dapat menghitung volume kubah lava ditengah kawah, lantaran faktor angin dan cuaca. Meski begitu, dari hasil pengataman kamera terpantau kubah lava yang berada ditengah bertambah tinggi.

"Pengukuran pada 1 Maret, ketinggian kubah lava berdasarkan foto yang kami dapatkan sekitar 45 meter. Naik 5 meter dari sebelumnya. Kalau naik 5 meter itu volumenya bertambah sekitar 200 ribu m3. Tapi masih harus dibuktikan lagi karena kita harus menerbangkan drone, untuk saat ini belum bisa karena angin kencang," terangnya.

Untuk kubah lava yang berada di lereng sisi barat daya, volume kubah lava mencapai 711 ribu m3. Sementara untuk pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi rata-rata 13.900 m3 per hari.

"Pertumbuhan kubah lava Merapi masih jauh di bawah rata-rata Merapi. Titik api diam di kubah lava yang berada di tengah kawah juga sudah terpantau di tengah kawah, ke depan kemungkinan terjadi guguran dan awan panas ke Kali Gendol," ungkapnya.

Meski ada perubahan rekomendasi potensi bahaya, Hanik memastikan masyarkat yang berada diluar masih bisa beraktivitas seperti biasa. Sementara potensi daerah bahaya untuk sekotr selatan-barat daya yakni, sejauh 5 kilometer dan sektor tenggara sejauh 3 kilometer.

Pantauan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. "Di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari," pungkasnya.




Berita Lainnya

SURAT TERBUKA Untuk JOKOWI Dari TIM BIRU

16/04/2021 13:43 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA