Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Bekuk 2 Pengedar, Polresta Denpasar Gagalkan Peredaran 30 Kg Ganja di Bali

Aisyah Isyana - 05/03/2021 21:40

Beritacenter.COM - Dua pengedar narkoba antar provnisi berinisial S (36) dan R (28) dibekuk jajaran Polresta Denpasar, Bali. Polisi juga turutu menyita barang bukti 30 kilogram ganja dari penangkapan terhadap dua pelaku.

"Mereka inisial S dan R. Ada tiga TKP yang kita kembangkan di mana BB-nya (barang bukti) ada 30 kilogram ganja," kata Kapolresta Denpasar, Kombel Pol Jansen Avitus Panjaitan di Mapolresta Denpasar, Jumat (5/3/2021).

Baca juga :

Adapun tiga lokasi yang di selidiki polisi yakni, Jalan Pulau Singkep, Desa Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan; Jalan Gunung Athena, Padangsambian, Denpasar Barat; dan Jalan Pulau Belitung, Denpasar Selatan.

Tak hanya menyita ganja seberat 30 kg, polisi juga mengamankan hasish (saripati ganja) seberat 488 gram, sabu 45 gram, 23 butir ekstasi dan pecahan ekstasi seberat 2,43 gram. Polisi juga menyita uang tunai Rp227 juta, 3 timbangan, 6 buku tabungan, 9 HP dan 3 buah ATM.

"Modus operandinya mereka menyimpan dan memperjualbelikan beragam jenis narkoba tadi yang sudah kita berhasil amankan. Dan motifnya ini adalah jaringan narkoba antar provinsi. Ini kita duga sindikat jaringan Sumatera, Jawa, Bali. Kemudian kita pastikan peran mereka adalah bandar narkoba," kata Jansen.

Sementara alur perjalanan ganja yang didapat kedua pelaku diketahui berasal dari Sumatera, tepatnya dari Aceh. Kedua pelaku mendistribusikan ganja melalui Jakarta hingga berjung sampai ke Bali. Ganja itu juga sempat masuk ke beberapa daerah di Bali, yakni di Buleleng dan Tabanan.

"Dari Sumatera (kemudian) Jawa, (lalu) menyeberang (ke Bali) lewat Pelabuhan Gilimanuk, kemudian masuk Buleleng, Tabanan," jelas perwira melati tiga emas di pundaknya itu.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar ditambah sepertiga. Pasal kedua yakni Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA