Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Politik

KLB Dinilai Solusi Sah untuk Selamatkan Demokrat Jika Konflik Berkepanjangan

Anas Baidowi - 05/03/2021 12:30

Beritacenter.COM - Pakar Hukum Indonesian Public Institute (IPI), Miartiko Gea menilai Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada hari ini, Jumat (5/3) sebagai solusi sah penyelamatan Partai Demokrat.

“Adanya rencana KLB Partai Demokrat, jika konflik internal terus berkepanjangan, KLB adalah solusi sah penyelamatan bagi partai berlambang mercy yang tingkat popularitas makin menurun pascablunder yang dilakukan oleh AHY ( Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono),” kata Miartiko Gea dalam keterangannya.

Dia menuturkan, berdasarkan Pasal 100 Ayat (3) huruf (b) Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), membuka ruang bagi KLB. Namun, dengan syarat 2/3 dari jumlah Dewan Pimpinan Daerah dan 1/2 dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang.

Baca juga: 

Melihat pada konflik partai yang pernah menimpa Partai Golkar, PPP dan Partai Berkarya. Martiko Gea mengatakan bahwa konflik-konflik tersebut berakhir islah untuk keberlangsungan partai.

"Ketika terjadi konflik yang melibatkan dua kelompok dalam tubuh partai, maka suara mayoritaslah yang tampil sebagai pemenang jika pilihannya tidak islah," tuturnya.

Miartiko Gea menambahkan, mengenai peserta yang hadir dalam KLB Partai Demokrat, pasti akan mendapat reaksi keras dari kubu AHY dengan mememecat. Namun, pemecatan yang cacat prosedur bisa digugat oleh para kader yang dipecat.

"Jika pemecatan tersebut digugat maka status kader yang dipecat menjadi status quo sampai berkekuatan hukum tetap. Pemecatan kader partai yang tidak melalui prosedur yang benar maka rawan digugat," katanya.

Melihat kasus Fahri Hamzah yang dipecat PKS dan menggugat ke pengadilan. Namun, kala itu Fahri masih tetap sebagai kader PKS merangkap sebagai anggota DPR RI sekaligus Wakil DPR RI periode 2014-2019 sampai akhir masa jabatannya.

"Artinya, jika terjadi pemecatan pada peserta KLB maka posisi kader tersebut masih status quo? Sebagai anggota dan atau pengurus Partai Demokrat selama gugatan atas pemecatan tersebut dilakukan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA