Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

Presiden Jokowi: Indonesia Bukan Bangsa yang Suka Proteksionisme

Anas Baidowi - 05/03/2021 11:31 Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk benci produk asing. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap menganut keterbukaan ekonomi.

"Sekali lagi saya tegaskan, sekali lagi saya tegaskan bahwa kita ini menganut keterbukaan ekonomi, menganut keterbukaan ekonomi. Ga ada yang kita tutup-tutup,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: 

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang menyukai proteksionisme ekonomi. Apalagi dari sejarahnya proteksi terhadap ekonomi akan malah merugikan.

Dia mengatakan, salah satu alasan dirinya menggaungkan untuk membenci produk-produk asing yakni agar tidak menjadi korban ketidakadilan perdagangan global.

“Tapi saya saya tegaskan bahwa kita juga bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Ndak. Karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme itu justru merugikan. Tapi kita juga tidak boleh jadi korban unfair practices dari perdagangan dunia. Kita juga engga itu,” ungkapnya.

Jokowi ingin agar saat ini memanfaatkan secara optimal pasar dalam negeri. Pasalnya ada 270 juta penduduk Indonesia.

“Dan daya beli yg sangat besar ini untuk mendongkrak ekonomi nasional,” tuturnya.

Menurutnya hal ini sudah dimulai dengan selalu memperbesar komponen dalam negeri pada proyek-proyek pemerintah. Dia telah menegaskan ke jajarannya bahwa jangan sampai proyek-proyek pemerintah maupun BUMN hanya memakai barang-barang impor.

“Kalau itu (impor) bisa dikunci akan menaikan sebuah permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil. Gede banget,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menyoroti masih adanya impor pipa padahal di dalam negeri sudah mampu memproduksi. Dimana bahan tersebut bisa dipakai untuk proyek-proyek pemerintah maupun BUMN.

“Kalau saya ngomong nggak boleh, kayak gitu nggak boleh. Dan itu harus dimulai dan kita harus benar-benar berani memulai. Paling tidak dari pemerintah dan BUMN itu sudah guedhe sekali angkanya. Kemudian ajakan kepada masyarakat, sekali lagi untuk cinta dan bangga terhadap produk Indonesia dan tidak suka pada produk-produk dari luar,” pungkasnya.




Berita Lainnya

Ramadhan Bulan Gotong-Royong

15/04/2021 15:37 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA