Friday, 16 Apr 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Terlilit Utang, Mantan Caleg di Aceh Nekat Jadi Kurir Sabu

Anas Baidowi - 04/03/2021 09:57 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan (Sumsel) menangkap tiga orang kurir sabu, Ketiganya yakni SB (39), MI (56) dan L (27).

Salah satu pelaku, SB merupakan mantan anggota dewan d Aceh. SB sendri nekat menjadi kurir sabu karena terlilit utang pasca mencalonkan kembali dirinya sebagai calon dewan di Piedie Jaya pada 2019 lalu.

"Benar kita menangkap seorang kurir asal Pekanbaru yang juga merupakan mantan anggota dewan di Aceh. Dari pengembangan, kita pun menangkap seorang bandar narkoba asal Pali dan seorang penerima, di Jalan Palembang-Betung KM 66, Banyuasin, Senin kemarin. Dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram," tegas Kepala BNN Sumsel, Brigjen M Arief Ramdhani kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Baca juga:

Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi Pekanbaru di lokasi pada (1/3). Menerima laporan itu, polisi langsung bergegas melakukan penyelidikan.

"Dari informasi tersebut tim berantas yang di pimpin Kombes Habi Kusno langsung melakukan penyelidikan. Tim pun menghentikan satu unit minibus jenis Ayla BM 1735 QV yang diduga membawa narkotika tersebut," ucapnya.

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan di mobil yang dikendarai SB. Benar saja, petugas menemukan 5 paket sabu terbungkus plastik yang disimpan di dashboard mobil.

"Saat kita geledah, di dashboard mobil tersangka SB kita menemukan sabu seberat 5 kilogram senilai Rp 5 miliar yang dibungkus 5 paket masing-masing 1 kilogram," kata Kabid Berantas BNN Sumsel, Kombes Habi Kusno.

Berbekal dari penangkapan SB, petugas pun menyelidiki keterlibatan jaringan lain dalam kasus peredaran sabu ini.

Setelah diselidiki, diketahui barang haram itu didapat dari L dan akan kembali diedarkan oleh MI di Penukal Abab Lematang Ilir (Pali). Polisi kemudian menangkap L dan MI.

"Setelah menangkap SB, kita langsung melakukan pengembangan dan juga menangkap tersangka L penerima barang haram tersebut dan tersangka SB," kata Habi.

Dari keterangan SB, dia nekat menjadi kurir sabu karena terlilit utang dalam pemilihan anggota dewan di Aceh pada 2019 lalu. SB mengaku mendapat upah Rp 20 juta perkilogram saat menjadi kurir sabu.

"SB ini merupakan mantan anggota dewan di Aceh periode 2018. Pada 2019 ia nyalon kembali di Piedie Jaya dan kalah. Karena kalah, ia pun terlilit utang dan terpaksa memilih jalan pintas menjadi seorang kurir sabu untuk melunasi utangnya. Ia mengaku di upah Rp 20 juta perkilogram sabu," jelas Habi.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 5 paket sabu seberat 5 kilogram, 2 unit mobil minibus BM 1735 QV dan BG 1830 PA, 1 unit motor, serta 6 unit ponsel. BNN Sumsel masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan para pelaku.

"Setelah menangkap SB, kita langsung melakukan pengembangan dan juga menangkap tersangka L penerima barang haram tersebut dan tersangka SB," kata Habi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA