Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Software

Kominfo Blokir Aplikasi Snack Video, Permintaan OJK Terkait Perizinan

Aisyah Isyana - 03/03/2021 21:55

Beritacenter.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir aplikasi Snack Video sejak Selasa (2/3/2021). Pasca diblokir Kominfo, warganet di Indonesia sudah tak dapat lagi mengakses aplikasi Snack Video.

"Kominfo telah melakukan proses blokir terhadap website Snack Video per 2 Maret 2021," ujar juru bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi kepada wartawan, Rabut (3/3/2021).

Baca juga :

Saat ini, aplikasi Snack Video masih dapat diunduh di PlayStore. Dedy menyebut pengajuan blokir ke PlayStore masih berlanjut dan membutuhkan waktu. Pasalnya, pengajuan blokir itu juga harus di koordinasikan dengan pihak Google di Amerika Serikat.

Langkah pemblokiran terhadap Snack Video merupakan permintaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Kominfo. Hal itu dilakukan lantaran aplikasi ini dinilai sebagai penyelenggara konten video tanpa izin.

"Sesuai dengan surat yang kami terima, Snack Video dinilai sebagai penyelenggara konten video tanpa izin ke OJK. Mengenai detail izin seperti apa, bisa ditanyakan ke OJK," ungkap Dedy.

Semenetara itu, Kominfo menyebut pihak Snack Video saat ini tengah mengajukan sanggahan ke OJK terkait legalitas mereka. "Dengan kondisi ini, posisi Kominfo juga akan ditentukan oleh hasil sanggahan tersebut," kata Dedy.

Untuk diketahui, Snack Video merupakan aplikasi yang menawarkan pendapatan kepada para penggunanya dengan menonton video dan menginvite teman. Pantauan pada pagi ini, Rabu (3/3), banyak warganet yang mempertanyakan aplikasi Snack Video yang sulit diakses.

Tak dapatnya diaksesnya aplikasi itu disebabkan karena Snack Video disebut tak memiliki izin dan dinyatakan ilegal. Aplikasi ini telah dibahas oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) dan dinyatakan bahwa aplikasi tersebut ilegal.

"Kami sudah bahas dengan pengurus Snack Video dan terdapat kesepakatan untuk menghentikan kegiatannya sampai izin diperoleh," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Senin (1/3).

"Kami juga telah meminta Kementerian Kominfo untuk menghentikan aplikasi TikTok Cash yang berpotensi merugikan masyarakat," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA