Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Cabuli Anak Didiknya, Guru Les di Cilincing Diringkus Polisi

Dewi Sari - 22/02/2021 16:15

Beritacenter.COM - Seorang guru les bernama Manaek Tua Parlindungan (40) diamankan Satreskrim Polres Metero Jakarta Utara karena melakukan pencabulan terhadap anak didiknya pada pada Kamis (18/2/2021).

Tersangka merupakan pendidik sekaligus pendiri Yayasan Sekolah Belajar Orang Pinggiran (SBOP) aktif mengajar anak-anak di perpustakaan yang ia dirikan sendiri di kamar kontrakannya di Rorotan, Cilincing.

Usia murid-murid yang mengikuti pelajaran tambahan sang Duda ini pun beragam, mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA, ataupun anak-anak yang tak mampu mengenyam pendidikan.

Korban kebiadaban tersangka sebanyak 4 anak laki-laki di bawah umur yang masing-masing berinisial AP (9), AS (7), AA (6), dan MR (11) yang seluruhnya merupakan anak didiknya.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan, terungkapnya kasus pelecehan anak di bawah umur ini setelah salah satu korbannya mengadukan kelakuan bejad tersangka kepada orang tuanya.

Nasriadi menuturkan pelaku melakukan modus kepada korban dengan memberi imbalan uang sebesar Rp50 ribu, dan bebas bermain internet melalui Wi-Fi yang ia pasang di kamar kontrakannya.

Setelah si korban yang masih di bawah umur ini tergiur dengan tawaran tersangka, pria bejad ini pun langsung menempelkan alat kelaminnya dengan kemaluan korban 'ngadu pedang'.

Ibu korban yang geram mendengar pengaduan anaknya, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara.

"Setelah itu melapor kepada kita ke Satreskrim dan ditangani oleh PPA dan tersangka langsung ditangkap di rumah kontrakannya," jelas Nasriadi, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (22/2/2021).

Dari hasil penangkapan tersangka, polisi berhasil mendapatkan keterangan dan didapatkan nama-nama lain korban kebejadan pria asal Medan, Sumatera Utara tersebut.

"Pengembangan pemeriksaan terhadap korban ternyata ada anak-anak lain, sejumlah 3 orang. Jadi total korban ada 4 anak di bawah umur," cetus Nasriadi.

Pelaku dijerat dengan Pasal 82 UURI nomor 35 tahun 2014 dengan hukuman 14 tahun penjara atau denda Rp5 miliar




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA