Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Ringkus Komplotan Geng 'All Star' Penebas Putus 3 Jari Pemuda di Cirebon

Aisyah Isyana - 22/02/2021 15:46

Beritacenter.COM - Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon meringkus 10 anggota geng pelaku penganiaya pemuda saat terlibat tawuran. Parahnya, para pelaku dengan sadisnya menebas putus tiga jari korban dengan pedang.

"Kita identifikasi ini sebagai geng. Ada dua kelompok geng yang terlibat, 10 pelaku ini dari geng All Star, dan korbannya dari geng 'Jepang'," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi di Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Kabupaten Cirebon, Senin (22/2/2021).

Baca juga :

Dari 10 pelaku yang diringkus, delapan diantaranya diketahui masih dibawah umur. Sementara dua pelaku lainnya, yakni berinisial IAQ (21) dan TRM (20). Aksi tawuran itu bermula setela dua geng itu janjian untuk merencanakan tawuran melalui pesan singkat. Geng All Star dan Jepang sepakat memilih Pasar Raya, Kecamatan Arjawinangun sebagai lokasi tawuran.

"Geng 'Jepang' mendatangi lokasi yang disepakati sekitar pukul 01.00 WIB hari Minggu (14/2). Geng 'Jepang' ini delapan orang yang datang, ternyata tidak ada orang di lokasi. Akhirnya pulang," kata Syahduddi.

Namun, saat rombangan geng Jepang pulang, rupanya geng All Star tengah berkumpul di sekitar wisata kolam renang, yang lokasinya tak jauh dari Pasar Gaya, Jalan Patura Cirebon-Jakarta. Alhasil, geng All Star menyerang geng Jepang dengan batu hingga senjata tajam.

Ada juga serangan senjata tajam yang membuat beberapa anggota geng Jepang terluka. "Salah satu korbannya mengalami putus jari, jari telunjuk, tengah dan manis. Ada juga korban yang mengalami luka sayat di punggung, dan luka lebam di perut," jelas Syahduddi.

Dari penangkapan terhadap para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa celurit, parang, hingga batu. Sementara dua anggota geng All Star, IAQ dan TRM, dijerat UU Nomor 35/2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 80 jo Pasal 170 KUHP.

"Ancaman maksimal sembilan tahun penjara," ujar Syahduddi.

Kepada polisi, pelaku berinisial IAQ mengaku baru beberapa minggu bergabung dengan geng All Star. Dia mengaku membawa celurit untuk berjaga-jaga, lantara sudah niat mengkuti tawuran.

"Bukan saya yang mutusin jari. Saya bacok punggung. (Celurit) buat jaga-jaga saja," ucap IAQ.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA