Friday, 14 May 2021
Temukan Kami di :
News

Saat Djarot Sindir Filosofi Anies Tangani Banjir, Tahan Air Dapat Ikan-Jadi Kolam

Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut

Aisyah Isyana - 22/02/2021 11:32

Beritacenter.COM - Filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani banjir disindir Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. Dia berkelakar, filosofi Anis menangani banji adalah menahan air agar jadi kolam dan dapat ikan, bukannya mengalirkan air ke laut.

"Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut," kata Djarot dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021).

Baca juga :

Djarot juga menyinggung soal cuaca ekstrem yang berimbas hujan lebat yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, cuaca ekstrem yang akan terjadi di Jakarta sudah diprediksi sejak lama.
+
"Ini sudah diprediksi lama. Maka, karena itu, ini menuntut kepala daerah bekerja ekstrem, bekerja keras untuk mengantisipasi perubahan iklim. Kalau kerjanya biasa-biasa saja susah," jelas Djarot.

Permasalahan banjir di Jakarta Selatan dinilai mantan Gubernur DKI itu terjadi karena sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Barat yang tak diteruskan. Dalam hal ini, Anies malah lebih memilih naturalisasi, ketimbang melanjutkan sidetan Kali Ciliwung.

"Sehingga tidak melimpah ke mana-mana. Ini bisa menyelamatkan orang banyak," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Basewedan juga telah angkat bicara soal banjir di sejumlah kawasan di Jakarta Selatan. Menurutnya, genangan banjir di sisi Jalan Sudirman disebabkan karena luapan Kali Krukut.

"Curah hujan yang terjadi di kawasan hulu Kali Krukut, melintang melintasi Jl Jendral Sudirman, di hulunya terjadi curah hujan yang sangat tinggi. Tercatat 136 mm/hari. Kemudian lintas airnya melewati dua sungai, satu Kali Mampang dan dua Kali Krukut. Kedua aliran kali itu bertemu di belakang LIPI, lalu mengalir ke Sudirman. Jadi saat ini adalah dampak dari air kiriman dari kawasan tengah sekitar Depok," kata Anies dalam keterangan tertulis yang diunggah di situs PPID, Minggu (21/2).

"Biasanya, kalau hujannya di pegunungan (daerah Bogor) airnya akan lewat Kali Ciliwung. Tapi, kalau terjadinya hujan deras di kawasan tengah (sekitar Depok), maka lewat ke sungai aliran tengah, yakni Kali Krukut ini," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA