Tuesday, 22 Jun 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Turki Amankan 6 Warga Rusia dan Libya Terduga Anggota ISIS di Perbatasan Suriah

Aisyah Isyana - 17/02/2021 17:57

Beritacenter.COM - Sebanyak lima warga Rusia termasuk satu wanita dan satu warga Libya yang dicurigai sebagai anggota kelompok Negara Islam (ISIS), dimankan petugas penjaga perbatasan Turki saat hendak menyebrang dari Suriah.

"Penjaga perbatasan kami yang ditempatkan di distrik Narlica Hatay (Turki Selatan) menangkap enam orang termasuk satu warga Libya dan lima warga Rusia yang berusaha secara ilegal menyeberang ke Turki dari Suriah," kata Kementerian Turki di Twitter seperti dilansir AFP, Rabu (17/2/2021).

Baca juga :

"Salah satu warga Rusia adalah seorang wanita yang diidentifikasi sebagai buronan anggota Daesh," katanya, menggunakan nama Arab untuk ISIS.

Meski begitu, tak dijelaskan lebih lanjut apakah keenam orang yang diamankan itu dicurigai sebagai anggota ISIS.

Sementar itu, otoritas Turki sebelumnya juga menangkap seorang wanita berusia 26 tahun bersama dua anaknya di dekat perbatasan Suriah, pekan lalu. Mereka dituduh masih terkait dengan kelompok ISIS.

Otoritas Turki menybut wanita itu memegang kewarganegaraan ganda, yakni Selandia Baru dan Australia. Namun, otoritas Australia secara sepihak telah mencabut kewarganegaraan wanita itu. Alhasil, tindakan Australia mengakibatkan kdeua negara saling adu agrumen.

Dikatakan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dalam pernyataannya, tindakan Australia itu keliru lantaran memaksa Selandia Baru untuk memikul tanggung jawab atas wanita yang sudah taklagi tinggal di Selandia Baru sejak usianya 6 tahun.

Terlebih, wanita itu disebut telah menetap di Australia higga dewasa dan memiliki keluarga di Australia. Mereka bahkan juga berangkat ke Suriah dari Australia dengan menggunakan paspor Australia.

Kendati begitu, PM Australia Scott Morrison sebagaimana dalam konfrensi pers di Canberra, menyebut langkah yang diambil Austrlia sudah sangat tepat. Menurutnya, undang-undang yang telah disahkan parlemen secara otomatis mencabu kewarganegaraan seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda, karena dituduh terlbiat terorisme. Dia memastikan akan segera membahas persoalan itu dengan PM Selandia Baru.

Sebagaimana diketahui, Turki saat ini tengah meningkatkan perang melawan jihadis ISIS yang melakukan serangkaian serangan mematikan di wilayahnya. Termasuk, aksi penembakan massal di sebuah klub malam kelas atas Istanbul jelang tahun baru 2017. Aksi serangan itu dilaporkan menewaskan 39 orang, termasuk 27 orang asing.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA