Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Sebut Pelaku Pembunuh Ayah Kandung di Jatim Pernah Todongkan Pisau-Celurit ke Kades

Baharuddin Kamal - 16/02/2021 22:00 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Polisi mengungkapkan bahwa pelaku pembunuh ayah kandung di Trenggalek, Jawa Timur, juga kerap meresahkan warga sekitar. Bahkan, pelaku pernah menodongkan pisau dan sabit ke kepala desa.

Kepala Desa Kertosono, Kecamatan Panggul Mulyono menjelaskan, sebelum terjadi pembunuhan pada Senin (15/2) pagi, dirinya semoat beberapa kali menjalin komunikasi dengan Fera Setyadi (27), pelaku pembunuhan terhadap ayah kandungnya Wahib (52).

Kades juga mengaku sangat berhati-hati saat berkomunikasi, sebab pelaku sangat agresif dan membahayakan. Ia mengaku pernah diancam akan dibunuh dengan sebilah pisau gara-gara salah ucap.

"Karena salah ucap, pisau itu diancamkan ke leher saya dan dia bilang, Pak Lurah kalau campur tangan, biarpun saudara tak bunuh kamu," kata Mulyono, Selasa (16/2/2021).

Saat diancam, Mulyono mengaku sempat ketakutan dan bingung harus melakukan apa. Namun, akhirnya pelaku bisa luluh dan melepaskan ancaman.

Tak hanya itu, ancaman serupa juga terjadi di lain waktu, sebilah celurit dikalungkan ke leher Mulyono saat mencoba meredam konflik yang melibatkan Fera.

"Sabitnya diletakkan di leher saya, ya saya diam saja," ujar Mulyono.

Sementara itu disinggung terkait perangai Fera, Mulyono mengatakan Fera memiliki kecenderungan memberi ancaman orang di sekitarnya di saat marah atau lelah.

"Kalau perkaranya sebenarnya kecil, yaitu perselisihan keluarga dan ia merasa dikucilkan. Nah kalau yang kemarin (hingga terjadi pembunuhan) pemicunya adalah makanan," imbuhnya.

Saat itu Fera dan keluarganya hendak makan sahur, namun saat menyantap sayur Fera merasa keasinan, sehingga marah dan menuding ibunya mau meracuni.

"Saya sempat ke rumah dan mencicipi, mana sayur yang katanya diracuni, ternyata tidak. Kemudian dia bilang itu sudah diganti," Kata Mulyono.

Fera pun sempat beberapa kali melontarkan ancaman akan melakukan pembunuhan terhadap ayahnya. Pelaku kemudian mondar-mandir di depan rumah sambil membawa celurit, pisau dan palu. Tak berselang lama saat Wahib melintas di depan langsung dipukul dan dikejar, kemudian dibacok dengan sabit.

Akibat kejadian itu Wahib langsung roboh bersimbah darah, namun pelaku terus menganiaya ayahnya dengan memukul menggunakan kayu.

Salah seorang warga sempat mencoba melerai, namun justru dipukul pelaku. Akhirnya warga tersebut memilih kabur menyelamatkan diri.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA