Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

KKP-Komisi IV DPR Kunjungi Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo Aceh, Serap dan Jawab Persoalan Nelayan

Lukman Salasi - 16/02/2021 12:55 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI mengunjungi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Aceh, Senin (15/02).

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI mengunjungi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Aceh, Senin (15/02) kemarin.

Kunjungan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi didampingi Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini Hanafi dalam rangka meninjau lokasi pendangkalan kolam pelabuhan perikanan dan menyerap seluruh aspirasi dan menjawab persoalan nelayan.

Hadir pula dalam kunjungan tersebut Direktur Kepelabuhanan Perikanan Frits P Lesnussa serta Direktur Pengolahan dan Bina Mutu, Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Trisna Ningsih, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini mengatakan PPS Lampulo merupakan pelabuhan perikanan terluas yang ada saat ini di Indonesia. Selain itu juga merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan dengan klasifikasi samudera yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi.

"Terkait dengan pengerukan kolam pelabuhan yang mengalami pendangkalan, pemerintah pusat akan mendorong pemerintah daerah untuk fasilitasi. Karena dikelola oleh provinsi, wewenang anggarannya berada di provinsi juga," jelasnya.

Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Provinsi Aceh agar kedepannya pengelolaan pelayanan umum PPS Lampulo diserahkan kepada Pemerintah Pusat. Sementara yang bersifat komersial seperti kawasan industri di dalamnya dapat dikelola oleh pemerintah provinsi.

"Pengelolaan perikanan di PPS Lampulo mencakup dua Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 dan 572 yaitu Selat Malaka sampai Laut Andaman dan Samudera Hindia sehingga potensi perikanannya sangat besar, seperti ikan pelagis tuna, cakalang dan tongkol," imbuhnya.

Zaini juga mendorong penggunaan freezer di atas kapal perikanan untuk membekukan ikan sehingga mutu lebih terjaga. Pasalnya, mayoritas nelayan di PPS Lampulo masih menggunakan es untuk menjaga mutu ikan tetap segar, akan tetapi penggunaan es tidak maksimal pada kapal yang melakukan operasi penangkapan lebih dari satu minggu.

Selain itu, pihaknya juga memberikan pemahaman penggunaan teknologi dalam mengurus perizinan usaha perikanan tangkap. Zaini mengatakan perizinan kapal (di atas 30 GT) dapat dilakukan secara online dan hanya membutuhkan waktu satu jam saja untuk dapat terbit. Selain itu juga dilayani selama 24 jam pada hari kerja.




Berita Lainnya

Kekayaan Indonesia dan Pertarungan Ekonomi

04/05/2021 14:11 - Indah Pratiwi

Ramadhan Bulan Gotong-Royong

15/04/2021 15:37 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA