Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Ungkap Identitas Pelaku Pembunuh Wanita yang Tewas di Kamar Kost Bali

Baharuddin Kamal - 15/02/2021 23:57 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap pelaku pembunuh wanita berinisial DFL yang mayatnya ditemukan bersimbah darah dalam kos-kosan di Denpasar, Bali.

"Hasil pemeriksaan, (korban dibunuh) setelah berhubungan. Kalau dibunuh dulu baru berhubungan perlu di psikologi," kata Dirreskrimum Polda Bali Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro di Mapolda Bali, Senin (15/2/2021).

Dia menyebutkan, awalnya pelaku dan korban berkenalan melalui ponsel, lalu keduanya sepakat untuk melakukan hubungan intim di lokasi kejadian.

Wahyu dan korban diduga sempat melakukan tawar-menawar mengenai harga. Polisi menduga keduanya sempat melakukan hubungan intim.

Usai berhubungan badan, pelaku kemudian mengambil ponsel dan dompet milik korban. Melihat hal itu, DFL berteriak. Wahyu kemudian membekap dan menusuk leher korban.

Setelah membunuh korban, Wahyu diduga kabur lewat balkon belakang kamar. Wahyu juga diduga membuang ponsel dan dompet korban di sungai dekat Jalan Pulau Kawe, Denpasar Selatan.

Wahyu ditangkap di Jember setelah sempat kabur. Dia diamankan saat bersembunyi di rumah mertuanya pada Jumat (12/2).

"Upaya-upaya pengungkapan kasus ini adalah dari TKP. Dari TKP setelah penyelidik melaksanakan penyelidikan di TKP dan olah TKP (akhirnya) mendapatkan bukti-bukti sehingga mengarah kepada pelaku. Dengan berbagai analisis upaya-upaya penyelidikan lainnya bisa menentukan siapa pelakunya," katanya.

Polisi menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor hingga senjata tajam jenis kerambit. Menurut Djuhandhani, Wahyu diduga merampok dan membunuh korban karena motif ekonomi.

"Yang bersangkutan datang ke kos-kosan (korban). Pertama untuk berhubungan. Yang selanjutnya ingin menguasai barang yang dimiliki (korban). Kita masih dalami motif-motif lainnya yang mungkin nanti akan kita temukan," ucapnya.

Polisi telah menetapkan Wahyu sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 365 ayat (3) KUHP.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA