Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
Opini

Jejak Munaroh di Makasar

Indah Pratiwi - 10/02/2021 08:22

"Nggak, saya gak kenal sama orang itu" kata Munarmen.

Sebelumnya, terduga teroris jaringan JAD, Ahmad Aulia, mengakui telah berbaiat kepada kelompok Is*s pimpinan Abu Ba*r Al-Bag*dadi.

Ahmad yang disebut polisi adalah anggota efpei Makassar itu, ditangkap pada 6 Januari lalu.

Ahmad dengan gamblang menuturkan, ketika ia berbaiat bersama ratusan simpatisan dan laskar efpei di markas efpei Makassar di Jalan Sungai Limboto, dihadiri oleh beberapa pengurus efpei termasuk Munarmen.

"Saya ditahan atau ditangkap karena saya berbaiat kepada Daulatul Islam yang memimpin Daulatul Islam yaitu Abu B*kr Al-Bag*dadi saat deklarasi FPI mendukung Daulatul Islam pada Januari 2015," kata Ahmad Kamis (4/2).

Ahmad berbaiat bersama dengan 100 orang simpatisan dan laskar efpei yang dihadiri oleh Munarmen selaku pengurus efpei pusat. Dan sebagai pemimpin baiat, adalah Ustaz Fauz*n dan Ustaz B*sri.

"Dari mana dia tahu kalau efpei mendukung Is*s? Fitnah itu..!!"

Di saat kekuatan Isl*mic sta*e diserang oleh pihak koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan wilayah kekuasaannya di Irak dan Suriah menghilang, Al Qa*da diam-diam memperkuat jaringannya di seluruh dunia.

Asean dituju dalam kaitan pindah panggung atas konflik di Laut China Selatan. Indonesia adalah salah satu targetnya, yakni di Poso Sulawesi selain Filiphina Selatan.

Seruan pimpinan Al-Qa*da Syeikh Aiman Az-Zhow*hiri bahwa seluruh komponen jihad Al-Qa*da bersatu dan bersaudara dikumandangkan.

Bak gayung bersambut, tepat pada 14 Syawwal 1435 atau 8 Agustus 2014, efpei turut mendukung seruan itu.

Dokumen Maklumat atau seruan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP efpei Al-Habib Muhs*n Ahm*d Al*ttas dan Sekretaris Umum KH. Ja’far Shidd*q, serta Imam Besar efpei Al-Habib Muh*mmad R*zieq Sh*hab.

Ada 5 poin bentuk seruan itu. Berikut adalah point terpenting, poin ke 5 dari maklumat efpei mei 2014.

"Efpei mendukung seruan dan nasehat Pimpinan Al-Qaeda Syeikh Aim*n Az-Zhow*hiri bahwa seluruh komponen jihad Al-Qa*da baik pasukan Syeikh Muh*mmad Al-Jau*ani di Syria maupun pasukan pasukan Syeikh Abu B*kar Al-Bag*dadi di Irak, serta komponen jihad Al-Qa*da lainnya agar bersatu dan bersaudara dengan segenap mujahidin Islam di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Syria, Irak, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas."

Siapakah Aym*n Az-Zhowah*ri?

Dia adalah pengganti Os*ma Bin L*din pimpinan Al Qa*da, teroris yang sangat sadis dan telah memporak porandakan Afganistan.

Muh*mad Al-Jaul*ni?

Dia adalah panglima Al Qa*da atau biasa disebut Al Nu*ra di Suriah dan sebagai salah satu kelompok cikal bakal lahirnya IS*S.

Dan Abu b*kar Al Bag*dadi?

Dia adalah pimpinan IS*S yang telah tewas oleh pasukan militer Amerika Serikat.

Abu Bak*r Al-Bag*dadi tewas dan diganti oleh Abu Ib*ahim al-H*shimi al-Qu*aish. Dan sejak saat itu keberadaan Is*s di Irak maupun Suriah dalam kondisi sekarat.

Demikian juga dengan Al Q*eda sebagai induk dari Is*s. Kelompok teroris ini sudah tidak begitu terdengar saat semua mata dunia teralihkan pada ulah Is*s di Suriah.

Namun Al Q*eda masih sangat berbahaya. Bulan Juni lalu tahun lalu, polisi di Spanyol menahan 10 orang yang menyalurkan dana bagi kelompok yang berafiliasi dengan Al Q*eda di Suriah.

Bukankah dalam seruannya efpei menyebut secara implisit bahwa Aym*n Az-Zh*wahiri adalah sosok yang berada diatas posisi Muh*mmad Al-J*ulani dan Ba*ar Al-Bag*dadi?

Jelas bahwa pimpinan efpei memahami seluk beluk jaringan tersebut dengan sangat baik dan sepakat menjadi bagian dari organisasi teroris tersebut.

Akankah Al Qa*da berusaha menutupi kekosongan yang tercipta menyusul kalahnya IS*S di Suriah dengan masuk ke Indonesia?

Dengan melihat dan memperhatikan maklumat efpei tersebut, dan kemudian kita kaitkan dengan perkembangan jaringan terorisme global, sudah selayaknya kita harus khawatir.

Maka, penangkapan sejumlah kader dan anggota efpei di Makasar terkait baiat pada Is*s, jelas sangat benderang. Ada jejak sangat kental. Maklumat pada Agustus 2014 dan baiat pada Januari 2015.

"Tidak pernah ada Baiat di bekas Markas Daerah Laskar efpei Sulawesi Selatan yang saat itu di Sungai Limboto" ujar Agus Salim Syam yang sempat menjadi Ketua efpei Makassar.

Tapi di sisi lain, Agus mengaku kenal dengan Ahmad Aulia karena yang bersangkutan sempat terlibat dalam kegiatan efpei Makassar, termasuk hadir dalam agenda taklim.

Munarmen boleh saja ngaku gak kenal Ahmad, tapi pasti mengenal Agus yang pernah duduk sebagai ketua efpei cabang Makasar dong?

Lagipula, bukankah bila aparat ingin membidik Munarmen, bukan karena Munarmen kenal sama si Ahmad Aulia dong? Kenal dengan terduga teroris bukan kejahatan.

Ga penting bagi penyidik Kepolisian Munarmen kenal atau tidak dengan Ahmad Aulia, jejak dan keberadaan Munarmen di Makasar dan disandingkan dengan hasil terekrutnya banyak orang menjadi agen teroris adalah kejahatan yang menjadi concern penyidik.

Baik Munarmen maupun Agus bisa saja berkelit tetang ada tidaknya baiat pada Is*s di Kantor efpei Makasar, tapi jejak penelusuran PPATK terhadap rekening mereka yang diblokir tak pernah bohong.

Yakinlah aparat sudah tahu cerita baiat itu sejak lama, namun penangkapan hanya karena baiat, jelas tak kuat. Mereka kini diangkut, pasti karena bukti yang sangat kuat. Aliran dana dari 92 rekening yang diblokir itu, adalah jawabnya.

Bukankah Densus 88 turut terlibat dalam gelar perkara Selasa 2 Februari 2021 dari hasil penelusuran PPATK atas 92 rekening milik efpei yang telah diblokir? Jelas itu adalah petunjuk atas jawaban kenapa ramai penangkapan terduga teroris di Makasar.

Masih ngeyel?

Berdebatlah dengan menggunakan dalil, saksi dan bukti di Pengadilan bila waktunya telah tiba. Negara memberi ruang bagi debat seperti itu selain negara juga memberi kewenangan pada aparat menangkap siapa pun yang dicurigai.


RAHAYU


Sumber : Status Facebook Karto Bugel

 




Berita Lainnya

BAGAIMANA CARA MEMBUNUH RAKYAT?

24/07/2021 12:00 - Indah Pratiwi

HATI-HATI, MEREKA MULAI MAINKAN DEMO LAGI..

24/07/2021 11:00 - Indah Pratiwi

Tentang Kerinduan Pada Zaman Normal

23/07/2021 14:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA