Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
News

Kebut Tracing Swab Antigen, Menkes : Saya Ingatkan Presiden Jumlah Kasus Akan Naik

Aisyah Isyana - 09/02/2021 22:30

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut Indonesia akan mengadopsi strategi India, dalam melakukan tracing dan testing virus Corona (C0VID-19). Terkait hal itu, Budi juga sudah mengingatkan Presiden Jokowi jika nanti tracing dan testing akan memperlihatkan kenaikan kasus COVID-19.

Menkes Budi menyebut kedepannya akan menggencarkan swab antigen untuk melakukan testing dan tracing kasus COVID-19 ke orang yang memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19. Budi menyebut swab antigen dinilai lebih cepat mendeteksi laju penyebaran COVID-19.

Baca juga :

"Begitu ada kontak erat kita kasih target mereka (tracer) bisa nggak 15-30 orang dalam 2 minggu sebelumnya dia teridentifikasi dalam 72 jam di-trace. Begitu sudah dapat orang-orang ini harus segera dites. Tesnya harus dengan tes antigen supaya cepat. Itu akan kita distribusikan ke puskesmas. Kalau dia positif oleh swab antigen langsung masuk kasus positif," kata Budi Gunadi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen DPR MPR, Selasa (9/2/2021).

"Swab antigen ini bagusnya cepat dan bisa langsung di titiknya, karena kita butuh kecepatan di sini mengejar agar bisa kurangi laju penularannya. Kalau dia positif oleh swab antigen kontak erat ini langsung masuk kasus positif," sambungnya.

Menurutnya, stategi tracing dan testing ini telah dilakukan di India. Untuk itu, dia juga telah mengingatkan ke Presiden Jokowi jika nanti akan terlihat peningkatan jumlah kasus positif COVID-19.

"Jadi saya juga sudah ingatkan ke bapak presiden, ini terjadi di India, ini strategi di India. Yang terjadi nanti jumlah kasus akan naik, karena akan lebih banyak yang terlihat," ujarnya.

Menkes Budi mengingatkan agar semua pihak tak perlu panik jika nantinya terjadi peningkatan signifikan kasus COVID-19. Dalam hal ini, Budi menilai lebih baik jika kasus COVID-19 dapat terdeteksi di awal, sehingga bisa dapat segera menari langkah penanganannya.

"Nah saya bilang ke Bapak Presiden saya juga ingin update di forum terhormat ini, bapak-ibu tidak usah panik, lebih baik kita terlihat riilnya seperti apa, sehingga strategi kita benar daripada kita melihat seakan-akan sedikit kita senang, padahal yang kenyataannya jauh lebih banyak sehingga langkah langkah kita salah," ucapnya.

Budi juga meminta semua pihak, khususnya para anggota DPR untuk turut mengimbau warga agar tidak panik jika nanti terdeteksi kenaikan kasus COVID-19.

"Jadi mohon kalau misalnya nanti naik, tolong dibantu meredam kepanikan, karena ini cara kita untuk identifikasi secara benar orang yang terkena ada di mana kita bisa isolasikan," sebutnya.




Berita Lainnya

Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Utara

12/05/2021 23:30 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA