Saturday, 24 Jul 2021
Temukan Kami di :
News

Kampung Melayu-Pejanten Masih Terendam Banjir, Anies : Penyebab Banjir Bukan Hanya Hujan

Apabila permukaan air laut meningkat, maka kawasan yang persis berdempetan dengan pesisir pantai, berpotensi mengalami banjir. Jadi bukan satu-satunya curah hujan, tapi juga ada seperti ketinggian permukaan air laut

Aisyah Isyana - 09/02/2021 02:32

Beritacenter.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan terhadap pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, pasca sejumlah wilayah di Jakarta teredam banjir usai diguyur hujan deras. Anies menyebut pihaknya telah bersiap mengantisipasi datangnya banjir dan mengimbau agar warga tetap waspada selama musim hujan masih terjadi.

"Kita bersyukur program gerebek lumpur yang kita jalankan dalam beberapa bulan terakhir telah menunjukkan hasilnya. Saluran-saluran air dalam sistem drainase di Jakarta, sendimentasinya bisa dibersihkan. Sehingga bisa mengelola limpahan air hujan dengan lebih baik. Kita tentu tetap waspada karena musim hujan belum selesai, tapi tim kita semuanya bersiap, baik dari pintu Katulampa, Depok, Manggarai, hingga ke semua pintu air lainnya di Jakarta," ujar Anies dalam siaran tertulis di situs PPID Jakarta, Senin (8/2/2021).

Baca juga :

Menurutnya, banjir di Jakarta tak hanya disebabkan karena curah hujan ekstrem. Namun, Anies menyebut jika lokasi sekitaran pesisir pantai juga berpotensi terdampak banjir, yang disebabkan karena meningkatnya volume air laut.

"Apabila permukaan air laut meningkat, maka kawasan yang persis berdempetan dengan pesisir pantai, berpotensi mengalami banjir. Jadi bukan satu-satunya curah hujan, tapi juga ada seperti ketinggian permukaan air laut," jelas Anies.

Sementara soal banjir yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Pejanten Timur dan Kampung Melayu, diklaim Anies dapat segera surut dalam waktu 6 jam.

"Bila curah hujan di bawah 100 mm, seharusnya bisa terkelola dengan baik. Bila di atas 100 mm, kita targetkan dalam waktu enam jam harus bisa menanggulangi genangan hingga surut. Di Jakarta ada 3.000 RW, jadi ketika kita mendengar ada genangan di beberapa wilayah, seperti Pejaten dan Kampung Melayu, hampir semuanya dalam waktu kurang dari enam jam terkondisikan dengan baik," katanya.

Sayangnya, target banjir surut dalam kurun waktu 6 jam itu berbanding dengan fakta yang terjadi. Pasalnya, banjir masih terjadi dua kawasan yang disebut Anie. Bahkan, wilayah Kampung Melayu terendam banjir sejak Minggu (7/2) malam. Sementara di Pejanten Timur, banjir masih terjadi pasca merendam wilayah itu sejak Minggu (7/2).

Sementara itu, Lurah Kampung Melayu Setiyawan menyebut penyebab banjir di wilayahnya karena luapan air dari Kali Ciliwung. "(Banjir kiriman) dari Bogor semuanya kalau di Kampung Melayu, Kali Ciliwung (meluap)," ucapnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA