Friday, 24 Sep 2021
Temukan Kami di :
News

Aktivitas Menurun, Pengungsi Gunung Merapi Dipulangkan

Baharuddin Kamal - 08/02/2021 19:20

Beritacenter.COM - Para korban terdampak erupsi Gunung Merapi yang sebelumnya mengungsi di barak Purwobinangun dan SD Sanjaya Tritis kini telah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Dari data yang didapat hingga hari ini, Senin (8/2/2021), tercatat ada 174 pengungsi. Barak Purwobinangun ada 136 orang dan SD Sanjaya Tritis, sebanyak 38 orang.

Mereka yang diketahui warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman itu mengungsi sejak Rabu 27 Januari 2021, setelah aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan rentetan awan panas guguran 52 kali ke arah barat daya hulu sungai Krasak dan Boyong dengan jarak luncur antar 500 m-3000 m. Sehingga Pemkan Sleman memutuskan mengungsikan warga Turgo, terutama di RT 3 dan 4 yang berada di dekat sungai Boyong.

Namun, karena Turgo masuk radius aman dan aktivitas Gunung Merapi menurun, maka mereka diperbolehkan pulang. Rencananya akan dipulangkan, Selasa 9 Februari 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan, menurunnya aktivitas Gunung Merapi sesuai dengan rekomendasi BPPTKG dengan status aktivitas Gunung Merapi level III (siaga) untuk radius jarak aman 5 km dari puncak Merapi dan bahaya lontaran material 3 km.

Sedangkan jarak Turgo sekitar 6,5 km dari puncak. Sehingga bukan yang direkomendasikan masuk daerah bahaya. Dengan kondisi itu, maka memutuskan akan memulangkan warga Turgo yang sekaang di barak pengungsian.

“Kami baru saja melakukan rapat koordinasi dengan Muspika Pakem, Unit dalops Pakem, unit Pelaksanan Kalurahan Purwobinangun dan perwakilan warga hasilnya para pengungsi boleh pulang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto, Senin (8/2/2021).

Dia mengatakan, dalam rapat koordinasi pihaknya memberikan dua pilihan kepada pengungsi, pilihan itu diantaranya yakni tetap bertahap atau ingin pulang. Jika bertahan tetap akan ditanggung selama di pengungsian dan kalau pulang, akan difasilitasi kendaraan. Hasilnya warga menyatakan memilih untuk pulang ke rumahnya.

“Dalam rakor itu kami memberikan informasi tentang kondisi aktivitas dan bahaya Merapi saat ini. Setelah mengetahui kondisi tersebut, para warga menginginkan pulang ke rumah,” paparnya.

Untuk kepulangannya, nanti akan difasilitasi kendaraan baik dari BPBD DIY, Basarnas, TNI Polri dan relawan. Sehingga dalam pemulangannnya dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), terutama agar tidak terjadi kerumanan.

“Kami akan melapas mereka besok pagi (Selasa, 9/2/2021) sekitar pukul 08.00 WIB,” ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA