Monday, 10 May 2021
Temukan Kami di :
News

Peneliti Minta Penumpang Kereta Api Puasa 30 Menit Sebelum Gunakan GeNose

Aisyah Isyana - 03/02/2021 11:20

Beritacenter.COM - Ujicoba alat screning virus Corona (COVID-19), GeNose, sudah mulai dilakukan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kedepannya, peneliti GeNose meminta agar penumpang kereta api agar dapat berpuasa selama 30 menit sebelum menggunakan GeNose.

"Dalam kondisi SOP kita dapatkan SOP sebaiknya sebelum memeriksa napas dengan GeNose, puasa saja setengah sampai satu jam," kata peneliti GeNose, Dr Dian K Nur Putra, kepada wartawan, di Stasiun Pasar Senen, Rabu (3/2/2021).

Baca juga :

Pada proses pemeriksaannya, para pengguna GeNose akan diminta menghembuskan napas. Nantinya, embusan napas yang diperiksa akan mendeteksi tingginya kadar etil butabnoat dan isopanol secara bersamaan.

"Nah, beberapa makanan, minuman alkohol dan semuanya hal yang sudah kita dapatkan waktu uji diagnostik itu menaikkan nilai baseline dari sensor. Sehingga membuat sensor itu jadi kurang peka," ucapnya.

"Jadi karenanya itu, begitu orang yang diperiksa tidak makan-tidak minum, puasa dulu hingga setengah jam sampai 1 jam, maka sensor itu bisa benar-benar membaca senyawa itu dan itu memang bisa terbedakan," sambungnya.

Meski nantinya ada penumpang yang sudah terlanjur makan dari waktu yang telah ditentukan, Dian menyebut penumpang itu akan tetap diperiksa menggunakan GeNose. "Tidak apa-apa periksa saja cuma kalau misalnya muncul positif lemah nah itu tinggal berkumur kembali diulang yang kedua jadi berubah apa tidak," jelas Dr Dian.

"Jadi, misalnya dari penelitian kita waktu uji diagnostik kemarin dari orang-orang yang terpengaruh karena makanan minuman ketika terdeteksi positif lemah, dia berkumur puasa setengah jam, diulang lagi menjadi negatif dan diulang lagi menjadi negatif," katanya.

Untuk diketahui, GeNose siap digunakan sebagail alat screning COVID-19 mulai 5 Februari 2021 mendatang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, dan Stasiun Tugu, Yogyakarta. Penggunaan GeNose juga akan diterapkan di sejumlah stasiun lainnya secara bertahap.

"Sekarang ini kami masih gunakan di dua stasiun yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Nantinya secara bertahap penggunaan GeNose akan ditambah di titik-titik stasiun lainnya," kata Budi Karya.

GeNose akan menjadi opsi bagi masyarkat untuk melakukan pengecekan kesehatan, selain rapid antigen dan PCR, sebagai syarat perjalanan transportasi kereta api jarak jauh. Dia pun berharap penggunaan GeNose ke depannya bisa berjalan lancar.

"Alhamdulillah uji coba berjalan baik hari ini. Semoga di tanggal 5 Februari nanti penerapannya juga bisa berjalan baik dan lancar. Saya mengapresiasi UGM yang secara cermat melakukan penelitian. Kelebihan GeNose ini selain murah, tidak sakit untuk digunakan, dan juga ini juga buatan Indonesia," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA