Thursday, 13 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Sakit Hati Karena Diputusin, Lelaki Ini Nekat Sebar Video Mesum dengan Pacarnya

Baharuddin Kamal - 03/02/2021 10:24

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang pemuda berinisial FD karena nekat menyebarkan video hubungan intim antara dirinya dan pacarnya ke media sosial.

Wadir Reskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan, tersangka nekat melakukan hal tersebut lantaran tak terima ditinggal oleh kekasihnya.

"Jadi, kronologis kejadian berawal pada tahun 2017 yang lalu, tersangka dan korban menjalin hubungan pacaran yang mana seiring berjalannya waktu tersangka mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dan direkam oleh tersangka," ujarnya, saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Selasa (2/2/2021).

Kemudian, pada Agustus 2020 korban pindah ke Kepri untuk bekerja di salah satu perusahaan ternama di Pulau Bintan. Tersangka FD yang rindu saat itu hendak menyusul korban ke Kepri. Namun, korban melarang FD dikarenakan di Kepri masih Pandemi COVID-19.

"Menyikapi hal tersebut tersangka merasa hubungan asmaranya digantung oleh korban dan Desember 2020 tersangka yang merasa sakit hati, mengirimkan foto dan video tersangka dengan korban yang melakukan hubungan seksual layaknya suami istri kepada teman dan keluarga korban dengan menggunakan akun instagram," jelasnya.

Dikatakannya bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, adapun tujuan tersangka melakukan hal tersebut agar korban merasa malu dan sama-sama merasakan sakit hati. Untuk menyamarkan aksinya tersangka mengirimkan foto dan video tersebut menggunakan akun instagram atas nama Kocheeink yang dirubah nama akunnya menjadi Bunganantaa pada pertengahan Januari 2021.

"Selanjutnya tim dari Sudit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan penyidikan dan berhasil mengamankan tersangka saat berada disalah satu warung di jalan Pondok Kelapa Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Rabu (27/1/21)," bebernya.

Selain tersangka, juga ada barang bukti yang diamanakan yakni 1 unit handphone, 2 buah alamat email dengan akun Gmail dan 2 akun Instagram yang digunakan oleh tersangka, sedangkan barang bukti yang diamankan dari korban adalah 2 Unit Handphone dan 1 alamat email dengan akun Gmail.

"Atas perbuatannya tersangka dikenakan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan atas Undang-undang Republik Indonesia No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA