Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Pemerintah Akan Pasang GeNose di Dua Stasiun KA pada 5 Februari

Baharuddin Kamal - 03/02/2021 10:00

Beritacenter.COM - Pemerintah akan mulai menggunakan GeNose sebagai syarat perjalanan penumpang kereta api jarak jauh mulai 5 Februari 2021 di dua stasiun KA, yaitu Stasiun Pasar Senen Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta. GeNose sendiri diketahui merupakan alat penyaringan (screening) Covid-19 buatan Indonesia.

“Sekarang ini, kami masih gunakan di dua stasiun, yaitu Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Nantinya secara bertahap penggunaan GeNose akan ditambah di titik-titik stasiun lainnya,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat meninjau uji coba penerapan GeNose di Stasiun KA Pasar Senen, Rabu (3/2/2021).

Berdasarkan keterangan dari tim penemu UGM, lanjut Budi, GeNose telah lulus proses riset sebelum bisa digunakan untuk publik. “GeNose sudah mendapat izin edar dari Kemenkes dan sudah disetujui oleh Satgas Covid-19 dengan dikeluarkannya surat edaran, sehingga kami yakin alat ini sudah teruji untuk digunakan sebagai alat penyaringan Covid-19 di simpul-simpul transportasi seperti di stasiun,” ujar Menhub.

Budi menjelaskan, GeNose berfungsi untuk melakukan pengecekan kesehatan selain tes rapid antigen dan PCR, yang menjadi syarat perjalanan transportasi kereta api jarak jauh.

“Alhamdulillah uji coba berjalan baik hari ini. Semoga di tanggal 5 Februari nanti penerapannya juga bisa berjalan baik dan lancar. Saya mengapresiasi UGM yang secara cermat melakukan penelitian. Kelebihan GeNose ini selain murah, tidak sakit untuk digunakan, dan juga ini juga buatan Indonesia,” ucap Menhub.

Sementara itu, Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan, seiring berjalannya waktu, alat GeNose yang menggunakan artificial intelligent (AI) akan semakin akurat. Menristek menegaskan, alat GeNose ini adalah sebagai alat penyaringan (screening) dan bukan sebagai alat pengganti PCR Test.

“GeNose sudah diuji validasinya dengan 2000 sampel dan akurasinya sudah 90 persen. Semakin banyak dipakai alat ini akan semakin akurat karena akan selalu di update oleh tim dari UGM,” kata Menristek.




Berita Lainnya

Islam Menentang Kekerasan Beragama

19/06/2021 20:35 - Indah Pratiwi

Covid-19 Menggila, Yogyakarta Akan Dilockdown

18/06/2021 14:31 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA