Friday, 30 Jul 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Dapat Job Layani Om-om, 4 ABG Terlibat Prostitusi di Sunter Dijanjikan Rp20 Juta

Kalau untuk pembicaraan awal dengan muncikari itu (dijanjikan) Rp 20 juta

Aisyah Isyana - 28/01/2021 14:30

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Tanjung Priok menangkap seorang pemuda berinsial RSD (20), karena menjajakan perempuan ABG ke pria hidung belang. Mucikari RSD menjanjikan para ABG itu Rp20 juta untuk melayani om-om.

"Kalau untuk pembicaraan awal dengan muncikari itu (dijanjikan) Rp 20 juta," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka kepada wartawan di Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).

Baca juga :

Ada empat perempuan ABG berusia 15-17 tahun yang dijual RSD. Awalnya, RSD menjanjikan uang itu akan dibagi empat, dengan begitu masing-masing korban akan mendapat Rp5 juta untuk sekali melayani pria hidung belang. Hanya saja, pada kenyataannya para korban hanya menerima Rp1,5 juta higga 3 juta.

"Pada faktanya yang dijanjikan muncikari kepada si korban beragam, ada yang Rp 1,5 juta, ada yang paling mahal Rp 3 juta. Selisih angka tersebut merupakan keuntungan bagi muncikari," terang Paksi.

Kepada polisi, RSD mengaku hanya mendapat bagian Rp1-1,5 juta. Dia mengaku tak bekerja sendirian. "Iya hanya segitu (dapat bagian Rp 1-1,5 juta). Ada teman (muncikari) yang lain juga," jawab RSD saat diinterogasi polisi.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto menyebut pihaknya menangkap RSD setelah mengantar keempat ABG ke hotel di kawasan Sunter. Kepada polisi, RSD mengaku menjual keempat ABG itu untuk melayani om-om.

"Yang bersangkutan (RSD) mengakui telah menyiapkan empat orang perempuan di bawah umur untuk disiapkan sebagai job ke om-om inisial R," katanya.

Diberitakan sebelumnya, prostitusi meliatkan perempuan ABG di sebuah hotel berbintang di Sunter, Jakarta Utara, dibongkar polisi pada Senin (25/1) malam. Saat digerebek, polisi mendapati empat ABG dalam keadaan bugil di sebuah kamar.

"Kita bergerak ke kamar tempat 4 perempuan tersebut berada dan saat ditemukan tidak menggunakan pakaian," jelas Kapolsek Tanjung Priok Kompol Hadi Suripto.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, RSD dijerat dengan Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 2 ayat (1) dan Ayat (2) UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan/atau denda Rp 200 juta dan/atau Pasal 297 KUHP, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun atau pidana penjara paling lama 15 tahun.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA