Friday, 30 Jul 2021
Temukan Kami di :
Opini

Deretan Nama Diduga Pemasok Dana Rekening FPI, Cendana, SBY dan Juga Gatot

Indah Pratiwi Budi - 28/01/2021 08:15 Oleh : Jon Andrew Rohitu

Pengamat sekaligus dosen Universitas Indonesia, Ade Armando ikut membicarakan terkait sosok yang diduga sebagai pemasok dana sejumlah rekening yang dimiliki Front Pembela Islam (FPI)...

Ade mengatakan, pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hingga kini terus berusaha melakukan penyelidikan terkait sosok pemasok dana untuk sejumlah kegiatan yang dilakukan ke rekening Ormas FPI.

Bila ini semua dilacak oleh PPATK, satu persatu nanti kita akan memperoleh gambaran yang sesungguhnya," kata Ade Armando dalam sebuah Video yang diunggah oleh saluran YouTube Cokro TV, dikutip Hops pada, Jumat 22 Januari 2021.

Butuh dana besar untuk berbagai kegiatan, kalau dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh FPI dan pentolannya Rizieq Shihab tentu dana yang digelontorkan sosok yang berada dibelakang nya sangat besar.

"Yang menjadi pusat perhatian pertama adalah : siapa sih yang selama ini berada dibelakang gerakan Rizieq Shihab dan FPI...?

Keduanya adalah kekuatan raksasa' yang tidak mungkin bisa mengoperasikan kerja- kerja politik mereka tanpa dana," ujar Ade Armando.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq Shihab dan Ormasnya sama-sama memiliki kekuatan yang mampu menarik ratusan ribu massa dalam setiap aksinya, sebut saja dalam gerakan 212, 313, hingga 414.

Berdasarkan analisis Ade Armando, ada kemungkinan upaya dari setiap aksi FPI tersebut diboncengi oleh beberapa kepentingan lain.

Paling tidak ada yang perlu digunakan untuk menggerakkan massa sebanyak itu.

"Menurut saya, omong kosong bahwa itu semua melibatkan sekedar kaum muslimin yang dengan semangat pengabdian pada Allah terlibat secara sukarela.

Walau bukan semuanya, hampir pasti sebagian itu dibayar, mendapat uang amplop, ya...paling ngakak ada dana logistik dan konsumsi," jelasnya.

Selain dilihat dari pergerakan ketika menjalankan aksi, Ormas yang kini sudah dilarang oleh Pemerintah ini juga memiliki markas dengan fasilitas yang terbilang mewah.

Bahkan luas lahan yang digunakan mencapai puluhan hektar "FPI itu adalah Organisasi besar, dia punya laskar yang terlatih.

Bahkan sekarang kita tahu bahwa FPI punya markas sentral kekuatan yang menempati lahan seluas 30 ha di Megamendung.

Disitu ada kompleks tempat tinggal, ada asrama, Masjid, pondokan, perkebunan, ruang pertemuan, sarana olahraga, ungkapnya.

Habib Rizieq Shihab menyapa pendukungnya di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian Ade Armando menyinggung pula keputusan Habib Rizieq Shihab bersama keluarganya yang memutuskan untuk hijrah ke Arab Saudi.

Selama tiga tahun menetap negeri orang tentu membutuhkan biaya yang cukup besar.

Belum lagi ketika jelang kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia, sejumlah baliho alias spanduk dibuat dan dipajang diberbagai daerah.

"Kehidupan Rizieq Shihab dan keluarga sendiri itu boros biaya.

Begitu juga tiga tahun petualangan Rizieq Shihab dan keluarga pasti membutuhkan dana besar," tuturnya.

Sementara di Indonesia sendiri kampanye FPI dan Rizieq Shihab sebagaimana diperlihatkan oleh ratusan ribu atau ribuan poster dan spanduk yang tersebar tidak mungkin dibiayai oleh sumbangan anggota atau dari hasil memalak restoran dan tempat hiburan," lanjutnya.

Dari berbagai keperluan itulah kata Ade Armando pastinya FPI memerlukan dana yang terbilang cukup besar.

Nah yang menjadi pertanyaan, dari mana dana-dana itu berasal...?


Itu semua butuh biaya, dana yang luar biasa besar...!

Dana raksasa hanya bisa dialirkan dari lumbung-lumbung raksasa.

Pertanyaannya, siapa Lumbung-lumbung itu...?," ujarnya.

Diduga dari sejumlah tokoh didalam negeri hingga negara asing apabila mengacu pada isue yang beredar luas dipublik, ada beberapa nama yang diduga terlibat dalam menyokong dana dalam rekening FPI, diantaranya : keluarga Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, Yusuf Kalla, Gatot Nurmantyo, Tommy Winata, Reza Chalid, hingga sejumlah pihak dari negara asing.

"Selama ini sejumlah nama sudah lazim disebut :

- Pertama, dan ini yang paling sering terdengar, Keluarga Soeharto, Cendana.
- Kedua, Keluarga SBY, Cikeas
- Ketiga, Dinasti JK.

Diluar itu orang juga menyebut nama seperti Gatot Nurmantyo, Tommy Winata, Reza Chalid atau bahkan kekuatan-kekuatan internasional," ungkap Ade Armando.

"Gatot Nurmantyo, Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla", Foto Antara.

Meski begitu Ade Armando tidak menjamin kebenaran isue yang beredar tersebut dan mengatakan bahwa nama-nama itu hanya spekulasi...

Agar terhindar dari fitnah keji, dia berharap agar PPATK lekas mengusut dan membongkar sejumlah nama yang terlibat dalam pemberi dana dalam rekening FPI.

"Tapi itu semua selama ini hanya bersifat spekulasi, saya misalnya termasuk orang yang tidak percaya bahwa SBY adalah penyandang dana Rizieq, karena memang itu sih bukan gaya politiknya.

Nah... dalam konteks menghindari fitnah itulah penelusuran dana oleh PPATK menjadi penting.

Sebetulnya untuk membongkar siapa dibelakang gerakan ini semua, bisa juga digali dari Rizieq Shihab sendiri," katanya.

Pembongkaran aliran dana ini bisa membuka mata kita tentang siapa penjahat-penjahat sesungguhnya yang ingin menghancurkan Indonesia," imbuhnya.


Sumber : Status Facebook Jan Andrew Rohitu

 




Berita Lainnya

End Game Sudah "End" Sebelum Game

30/07/2021 15:00 - Indah Pratiwi

PPKM DAN KEBRUTALAN AKHLAK

30/07/2021 13:00 - Indah Pratiwi

Merenungkan Jokowi

29/07/2021 19:00 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA