Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Bekuk Kapal Asing di Selat Malaka, KKP: Kami Garda Terdepan Jaga Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Lukman Salasi - 26/01/2021 14:39

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil membekuk kapal asing pelaku illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571 Selat Malaka.

Ada 2 kapal ikan asing illegal berbendera Malaysia dan 1 kapal Indonesia yang mengoperasikan alat tangkap trawl yang ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan Ditjen PSDKP-KKP. Ketiga kapal tersebut melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar, mengatatakan apa yang dilakukan pihaknya sesuai arahan Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, kami akan terus tegas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing,” ungkap Antam Novambar dalam rilis resmi KKP, Selasa (26/1/2021).

Proses penangkapan kapal ikan asing pelaku illegal fishing tersebut tidak mudah. Bahkan diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat.

"Penangkapan ini bukti bahwa kami tidak lengah apapun kondisinya. Mereka juga tidak selalu mudah untuk ditangkap, bahkan kami harus kejar,” ujar Antam sambil menegaskan bahwa semua kapal tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai informasi, kapal asing berbendera Malaysia yang ditangkap pertama, KM. JHF 4631 B yang mengoperasikan alat tangkap bubu berhasil dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 03 yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji pada Kamis (21/1) pada posisi koordinat 01?55,198' LU - 102?09,962' BT.

Kedua, KM. SLFA 4107 yang mengoperasikan alat tangkap trawl ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 01 yang dinakhodai Albert Essing pada posisi 02?59,184' LU - 100?50,609'BT pada Minggu (24/1).

Penangkapan juga dilakukan terhadap kapal berbendera Indonesia KM. BAROENA oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 12 yang dinakhodai oleh Novry Sangian pada Sabtu (23/1).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA