Sunday, 20 Jun 2021
Temukan Kami di :
Nasional

KKP Tangkap 3 Kapal Ikan Pelaku Illegal Fishing di Selat Malaka

Lukman Salasi - 26/01/2021 12:47 Saat Ditjen PSDKP-KKP melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap salah satu dari dua kapal ikan berbendera Malaysia yang mencuri ikan di WPP-NRI 571 Selat Malaka.

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) berhasil menangkap 2 kapal ikan asing berbendera Malaysia yang mencuri ikan dan 1 kapal Indonesia yang mengoperasikan alat tangkap trawl di WPP-NRI 571 Selat Malaka.

“Sebagaimana arahan Pak Menteri, kami akan terus tegas dan menjadi garda terdepan dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Tidak ada kata kendor untuk memberantas pelaku illegal fishing,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar, dalam rilis resmi KKP, Selasa (26/1/2021).

Kapal asing berbendera Malaysia yang ditangkap pertama, KM. JHF 4631 B yang mengoperasikan alat tangkap bubu berhasil dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 03  yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji pada Kamis (21/1) pada posisi koordinat 01?55,198' LU - 102?09,962' BT.

Kedua, KM. SLFA 4107 yang mengoperasikan alat tangkap trawl ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 01 yang dinakhodai Albert Essing pada posisi 02?59,184' LU - 100?50,609'BT pada Minggu (24/1).

Proses penangkapan kapal ikan asing pelaku illegal fishing tersebut tidak mudah. Bahkan diwarnai aksi kejar-kejaran dengan aparat.

"Penangkapan ini bukti bahwa kami tidak lengah apapun kondisinya. Mereka juga tidak selalu mudah untuk ditangkap, bahkan kami harus kejar,” ujar Antam.

Antam menyampaikan bahwa bersama dua kapal tersebut, ada 7 orang awak kapal masing-masing 3 orang Warga Negara Malaysia dan 4 orang Warga Negara Myanmar. Kedua kapal tersebut di ad hoc di dua lokasi yaitu Pangkalan PSDKP Batam dan Stasiun PSDKP Belawan.

Penangkapan juga dilakukan terhadap kapal berbendera Indonesia KM. BAROENA oleh Kapal Pengawas Perikanan HIU 12  yang dinakhodai oleh Novry Sangian pada Sabtu (23/1).

Kapal tersebut diketahui mengoperasikan alat tangkap trawl tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan yang dipersyaratkan. Saat ini, Nakhoda dan awak kapal perikanan tersebut sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di Pangkalan PSDKP Lampulo.

“Semua kapal tersebut akan Kami proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Antam.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa jajarannya diminta tetap waspada meskipun saat ini kondisi cuaca di laut sedang kurang bagus. Berdasarkan pengalaman yang ada sebelumnya, kondisi seperti ini justru sering dimanfaatkan oleh para pencuri ikan. Oleh sebab itu, dia telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kapal dan awak kapal.

“Penangkapan ini menjadi salah satu bukti bahwa pelaku illegal fishing berusaha memanfaatkan celah karena mengira tidak ada patroli di tengah kondisi laut seperti ini,” tuturnya.

Penangkapan para pelaku illegal fishing tersebut menggambarkan komitmen dan keseriusan pemberantasan illegal fishing yang menjadi salah satu prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.




Berita Lainnya

Islam Menentang Kekerasan Beragama

19/06/2021 20:35 - Indah Pratiwi

Covid-19 Menggila, Yogyakarta Akan Dilockdown

18/06/2021 14:31 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA