Tuesday, 09 Mar 2021
Temukan Kami di :
News

Jawa Tengah Gelar Doa Lintas Agama, Ganjar: Minta Indonesia Bebas dari Bencana

Anas Baidowi - 23/01/2021 19:39 Para tokoh agama dan pejabat Pemprov Jateng menggelar Doa Lintas Agama

Beritacenter.COM - Alunan doa dari enam agama dan aliran kepercayaan bergema di gedung Gradhika Bhakti Praja kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Semarang, Jumat (22/1/2021) malam.

Para tokoh agama dan aliran kepercayaan bersama -sama meminta kepada sang pencipta agar Indonesia terbebas dari bencana, walau mereka berdoa dengan cara dan bahasa yang berbeda.

Tak ada perbedaan dalam acara itu, puluhan orang yang hadir, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan khusyuk mengamini doa-doa itu.

Acara doa bersama lintas agama itu sengaja digelar Pemprov Jawa Tengah untuk meminta pertolongan dari sang Pencipta. Sebab saat ini, bangsa Indonesia terus menerus dilanda bencana, selain pandemi Covid-19, sejumlah bencana alam juga terus terjadi di bumi pertiwi, seperti tanah longsor, gempa bumi, banjir, erupsi gunung merapi dan bencana lainnya.

"Indonesia lagi banyak musibah, pandemi belum selesai, tanah longsor, banjir, pesawat jatuh, tentu ini peringatan pada manusia. Kita sudah melakukan ikhtiar lahir, pandemi kita berikhtiar mengelola dengan baik, PPKM dilakukan. Ada bencana semua turun, lalu apa kemudian ikhtiar yang bisa dilakukan, ya berdoa, karena kita negara yang berketuhanan," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Sabtu (23/1/2021).

Alasan mengajak seluruh tokoh lintas agama untuk berdoa karena Ganjar yakin semuanya ingin agar bencana ini segera berakhir. Selain itu, doa bersama tersebut juga sebagai penyemangat persatuan dari seluruh kekuatan yang ada.

"Kita sebagai umat yang lemah, maka harus berdoa kepada Sang Pencipta. Setelah upaya lahir sudah dilakukan, yuk sekarang batinnya harus didorong. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan agar bencana ini segera berakhir," katanya.

Sementara Ketua MUI Jawa Tengah, KH Darodji menambahkan, gelaran doa bersama lintas agama ini sebagai wujud persatuan bangsa. Pandemi dan berbagai bencana yang terjadi tidak hanya menyerang satu golongan, melainkan semuanya.

"Kita sama-sama merasakan musibah ini, dan kita sama-sama ingin ini segera berakhir. Maka kami mengajak seluruh tokoh lintas agama berdoa agar bencana segera dituntaskan. Setelah upaya lahiriyah penanganan bencana dilakukan, maka sekarang usaha batiniah yang harus terus didorong," ujarnya.

Salah satu tokoh lintas agama dari agama Budha, Romo Anggadamma Warto mengatakan, kekuatan doa dari tokoh lintas agama dan lintas iman ini diharapkan mampu membebaskan Indonesia dari segala macam bencaan. Ia berharap, musibah yang terus melanda termasuk pandemi Covid-19 bisa segera diangkat dari bumi pertiwi.

"Dan semoga masyarakat Jateng dan Indonesia menjadi masyarakat yang rukun, adem, ayem, tentrem serta saling berangkulan, berempati dan selalu bergotong royong dalam rangka kebersamaan untuk saling membantu satu sama lainnya," katanya.

Acara doa bersama lintas agama itu berlangsung sederhana dengan penerapan protokol yang sangat ketat. Tak lebih dari 50 orang yang mengikuti acara itu, sementara sisanya mengikuti via daring dan juga berdoa di rumah dengan mengikuti tayangan yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi dan radio nasional itu.

Sebelum acara doa lintas agama itu, sejumlah romo kyai di Jateng juga menggelar khataman al-Quran 30 juz dan istighosah bersama. Acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak penghuni panti asuhan di Jawa Tengah.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA