Tuesday, 09 Mar 2021
Temukan Kami di :
News

DPO Pembobol Duit Rp548 Miliar Bank BUMD Dibekuk di Badung Bali

Tim intelijen Kejaksaan Agung RI berhasil mengamankan DPO (daftar pencarian orang) asal Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan identitas Andy Winarto

Aisyah Isyana - 22/01/2021 23:25

Beritacenter.COM - Buron pembobol Bank BJB Syariah, Andy Winarto, berhasil dibekuk tim Kejaksaan Agung (Kejagung). Pelaku yang merupakan Direktur Utama PT Hastuka Sarana Karya itu dibekuk petugas di wilayah Kabupaten Badung, Bali.

"Tim intelijen Kejaksaan Agung RI berhasil mengamankan DPO (daftar pencarian orang) asal Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dengan identitas Andy Winarto," kata Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Sunarta melalui pesan singkat, Jumat (22/1/2021).

"Diamankan di Deliu Villa Ayanna, Jalan Pura Batu Mejan, Jalan Padanglinjong, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, 80361, Kamis, 21 Januari 2021 pukul 21.25 Wita," sambungnya.

Baca juga :

Dia menjelaskan, kasus ini bermula saat Bank BJB Syariah mencairkan kredit fiktif untuk dua perusahaan, yakni PT Hastuka Sarana Karya dan CV Manunggal Abadi sebesar Rp 548 miliar. Bank BJB Syariah mencairkan dana itu ke dua perusahaan itu untuk biaya pembangunan di Garut, dimana kala itu Andy bertindak sebagai debitur PT Hastuka Sarana Karya.

"Andy dalam perkara kredit fiktif. Bank BJB Syariah mencairkan kredit fiktif untuk dua perusahaan PT Hastuka Sarana Karya (HSK) dan CV Dwi Manunggal Abadi. Dana sebesar Rp 548 miliar itu dicairkan Bank BJB Syariah kepada dua perusahaan itu untuk pembiayaan pembangunan Garut Super Block di Garut, Jawa Barat, periode 2014-2015. Debitur dalam kasus ini adalah PT Hastuka Sarana Karya (HSK). Alamatnya tercatat pengembang HSK berada di kawasan Regol, Kota Bandung," jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis lepas terhadap Andy Winarto dan menjatuhu hukuman 15 tahun penjara. Dalam kasus ini, Andy disebut terbukti membobol bank pelat merah itu dengan menggunakan bendera PT Hastuka Sarana Karya (PT HSK) dan duduk sebagai direktur utama di perusahaan tersebut.

Sekedar diketahui, awal mula kasus bergulir terjadi saat Andi mengajukan kredit ke BJB Syariah pada 2014-2016 lalu. Serangkaian tindakan dilakukan Andy hingga akhirnya kredit mengucur, meski banyak syarat kredit yang sejatinya tidak terpenuhi. Alhasil, BJB Syariah kebobolan dana setengah triliun lebih dan membuat Andy berurusan dengan hukum.

Pengadilan Negeri (PN) Bandung telah memtuskan jika Andy terbukti scara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut, pada 12 Juli 2019. Andy dijatuhi pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan.

Tak hanya itu, Andy juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp548.259.832.594. Namun jika Andy tak bisa membayar uang pengganti paling lambat 1 bulan sesudah putusan, maka jaksa akan menyitadan melelang harta bendanya untuk menutupi uang pengganti. Jika Andy tak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan dipidana dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Sayangnya, ditingkat banding keadaan seketika berubah. Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menganulir putsan tersebut. Majelis banding yang diketuai Berlin Damanik melepaskan Andy pada 16 Oktober 2019, dengan alasan perbuatannya adalah perbuatan pertada, bukan pidana.

Jaksa yang tak terima, kemudian mengajukan kasasi. Gayung bersambut, permohonan kasasi pun dikabulkan. "Mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum, membatalkan putusan judex factie dan mengadili sendiri. Menyatakan Terdakwa Andi Winarto, SE terbukti bersalah melakukan tindak pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro, Rabu (5/8/2020).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Prof Dr Surya Jaya. Adapun anggota majelis ialah LL Hutagalung dan Agus Yunianto. Vonis diketok pada Rabu (5/8) siang. "Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan," ujar Andi yang juga Ketua Muda MA bidang Pengawasan itu.

Tak hanya itu, Andy juga dibebani untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 548.259.832.594, subsider 15 tahun penjara.

"Terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dari rangkaian perbuatannya yang mengajukan pinjaman ke Bank dengan memberi agunan bodong (ternyata agunannya sudah dijadikan agunan ke bank lain, yakni Bank Muamalat). Atas perbuatan Terdakwa tersebut merugikan keuangan negara sebesar kurang-lebih Rp 1 (satu) triliun," pungkas Andi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA