Thursday, 04 Mar 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Amankan Dua Mucikari yang Kerap Tawarkan Jasa Prostitusi ke Tamu Villa di Puncak

Baharuddin Kamal - 22/01/2021 13:50 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian mengamankan dua mucikari berinisial NO (35) dan LS (35) saat beroperasi di kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, dibekuk polisi. Kedua pelaku diketahui menjajakan wanita kepada pria hidung belang seharga Rp500 ribu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan warga yang merasa resah dengan praktik prostitusi yang dilakukan oleh karyawan salah satu villa di kawasan Megamendung. Dari situ, polisi melakukan pengembangan dan penyelidikan.

"Tim Reksrim Polres Bogor melaksanakan penyelidikan ke villa itu, dan pada saat pelaksanaan penyelidikan benar didapati adanya tindakan prostitusi di 4 kamar sehingga didapati ada 4 korban yang saat itu melaksanakan praktik prostitusi," kata Kapolres Bogor AKBP Harun kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Dari pengakuan para korban, lanjut Harun, mereka melayani para pria tersebut atas permintaan dua mucikari NO dan LS. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap kedua wanita tersebut.

"Hasil penyelidikan dikembangkan dari siapa, kemudian didapati korban ini melayani tamu karena ada permintaan dari LS karyawan vila yang menelpon NO selaku mucikari. NO inilah yang menyediakan 4 korban yang ada di lokasi (villa)," jelas Harun.

Untuk modusnya sendiri, tersangka LS menawarkan jasa prostitusi kepada pelanggan secara langsung di villa tempatnya bekerja. Tarifnya yang dipatok sebesar Rp 500 ribu untuk satu orang sekali kencan.

"Jadi penyewa pesan vila lewat aplikasi. Lalu masuk, nanti di lokasi karyawan (LS) menghubungkan. Mereka (tamu) menyampaikan ke karyawan baru kepada mucikari di lokasi. Korban dibayar Rp 500 ribu. Tersangka NO dan LS dapat keuntungan masing-masing Rp 100 ribu dari satu korban," bebernya.

Atas perbuatannya, kedua mucikari tersebut dikenakan pasal 296 KUHP juncto 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan dan kami lapis dengan UU TPPO No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA