Friday, 05 Mar 2021
Temukan Kami di :
Opini

MEMBANDINGKAN GIBRAN, AHY DAN TOMMY

Indah Pratiwi Budi - 22/01/2021 12:34

Latar belakang Gibran adalah seorang pengusaha , penjual martabak yang dia rintis dari nol , mensiasati Hidup dan Mandiri Itu adalah pekerjaan Paling sulit apalagi untuk sekelas Gibran yang sejak kecil menjadi anak walikota, Jokowi 2 periode menjadi walikota Solo, 2 Tahun menjadi Gubernur Jakarta dan 6 Tahun menjadi Presiden artinya godaan untuk bekerja mudah dan menghasilkan uang besar Itu terbuka didepan mata. Karena pendidikan atau kerja yang Paling berat adalah mandiri, terkadang orang butuh bekerja lebih dahulu Baru memutuskan menjadi pengusaha.

Apalagi Jokowipun mewariskan perusahaan mebeul yang sudah mapan karena biar bagaimanapun bisa mengantarkannya menjadi walikota Solo.

Menjadi pengusaha kuliner Itu bukan pekerjaan yang mudah semua perhitungan harus terukur dan pelanggarn tidak akan perduli buatan anak Presiden atau siapapun yang Penting memenuhi selera mereka cocok dibeli tidak cocok ditinggalkan.

Kecuali jika Gibran bekerja sebagai pemborong di Instansi pemerintah tentu akan banyak memperoleh kemudahan atau previlege karena dia anak Pejabat terlebih anak Presiden.

Dia akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan berapapun Nilainya apalagi Jokowi membangun banyak infrastruktur disegala bidang.

Tentunya ini bukan godaan yang ringan dan menggiurkan tapi tetap diabaikan olehnya. Dia justru asyik menekuni bisnis kulinernya hingga menjadi besar ini memperlihatkan prinsip , semangat , idealisme dan kerja keras dan tak mungkin dimiliki oleh orang yang tidak Punya idealisme tinggi. Bahkan ketika dia menjadi walikota pun harus berusaha mencari perahu sendiri , bertarung secara fair dengan kandidat yang lainnya walaupun memang diuntungkan karena dia anak Presiden sehingga orang memilihnya karena banyak dipengaruhi Bapaknya tapi Itu langkah cerdas dalam melihat peluang walaupun akan menjadi beban yang lebih besar karena bila salah melangkah akan bisa menjatuhkan Bapaknya juga.

Nah sekarang mari Kita lihat AHY ...AHY terlihat adalah seorang ambisius yang Ingin menjadi Pemimpin di Indonesia apakah Itu ambisi orang tuanya atau dia sendiri Kita abaikan sementara

AHY Masuk AKMIL pada saat Soeharto Masih berkuasa , yaitu pada tahun 1996 atau 2 Tahun sebelum Soeharto lengser pada saat Itupun Bapaknya sudah menjadi Jendral dan Pejabat militer karena dalam masa Orde Baru paradigma menjadi Pemimpin adalah berasal dari militer jelas tujuan SBY sejak awal bagi dirinya sendiri adalah menjadi Presiden sejak awal Kita lihat beliau mengikuti konvensi Partai Golkar hingga maju bertarung dalam Pilpres pertama yang dilakukan secara demokratis melalui anggota MPR.

Kemudian membuat Partai Demokrat sukses menjadi Presiden 2 periode , SBY memang mempersiapkan PD untuk anaknya terbukti ketika dia membuat konvensi Partai Demokrat amburadul dan mengabaikan para peserta maupun pemenangnya padahal ketika Itu jika SBY konsisten dia bisa mengajukan calon Presiden dengan berkoalisi dengan Partai lain karena perolehan Partai Demokrat Masih lumayan sekitar 12% entah mengapa konvensi itu hanya seperti Pencitraan saja supaya suara Partai Demokrat bertahan.

Akhirnya pada Pilkada DKI dimajukan AHY hingga dipaksa keluar dari TNI karena strategi pemenanga pemilupun sudah Siapkan dengan merangkul kelompok Islam militan yang sudah dia bina sejak 2005 dengan merangkul banyak Ulama dan ustad yang populer dimasyarakat melalui yayasan majelis zikir Nurussalam Tak bisa dipungkiri ini semua disiapkan untuk membangun Dinasti Cikeas.

Tapi Ternyata Tuhan Tidak suka sehingga AHY Kalah oleh Anies yang di sponsori oleh politikus lincah Jusuf Kalla.

Jadi terlihat begitu besarnya Kasih sayang orang tua Terhadap AHY , Ibaratnya AHY tinggal belajar yang rajin semua Sudah disiapkan termasuk istri anak orang kaya dan Artis kondang ( Situ sirik ya ?? Jawabannya iya) SBY mungkin bisa menjadikan anaknya pintar secara akademis tapi dia belum tentu tangguh dalam menghadapi tantangan jadi Jika dibandingkan dengan Gibran yang mau struggle atau prihatin merintis usaha dari Sisi mental dan kemampuan jelas jauh banget lah yaw!!

Nah sekarang Kita bandingkan dengan Tommy Soeharto anak orang kaya Raya yang menguasai Indonesia selama 32 Tahun, duhh Maaf Saya tidak tega lagi membandingkannya , pikirin Aja sendiri !! Malu ah

Ga pantes aja kalok jadi Pemimpin kelas Desa sekalipun bisa-bisa kembang Desa sekampung habis....pertanyaannya sirik ya?? Jawabannya iya!!

Salam kedaulatan rakyat
Tito Gatsu




Berita Lainnya

Mampukah Saya Jadi Jokowi ?

04/03/2021 13:30 - Indah Pratiwi Budi

Nikel Indonesia Kendalikan Dunia

04/03/2021 09:23 - Indah Pratiwi

Demokrat Di Persimpangan Jalan

03/03/2021 19:03 - Indah Pratiwi

Kisah Cinta Rakyat dengan Pemimpinnya, Ada yang Cemburu

03/03/2021 14:36 - Indah Pratiwi Budi

Yang Mau Adu Domba Jokowi dan NU, Gigit Jari

03/03/2021 13:44 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA