Friday, 05 Mar 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Menteri Trenggono Mau Semua BBL Bisa Dibudidayakan di dalam Negeri

Lukman Salasi - 21/01/2021 11:36

FOKUS : KKP

BeritaCenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawah komando Menteri Sakti Wahyu Trenggono berkomitmen akan mengembangkan budidaya lobster dalam negeri.

Menteri Trenggono akan all-out untuk pengembangan tersebut. Menurutnya, semua benih bening lobster atau BBL harus dibudidayakan di dalam negeri.

“Pesan saya jelas bahwa budidaya akan kita kembangkan terus. Khususnya untuk lobster saya akan all-out bahwa ini harus dikembangkan di dalam negeri,” kata Trenggono saat meninjau proses panen lobster di lokasi budidaya lobster Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (20/1/2021).

Dia mengajak semua pihak bersinergi mengembangkan budidaya lobster demi kesejahteraan nelayan, pembudidaya dan menjaga keberlanjutan biota laut. Selain manfaat ini, menurutnya, budidaya lobster dalam negeri akan menekan angka penyelundupan benur yang masih terjadi sampai sekarang.

“Semua pihak harus bisa mendukung supaya jangan ada lagi penyelundupan BBL, semua harus bisa dibudidayakan di dalam negeri,” jelasnya.

Selain meninjau proses panen dan berbincang dengan pelaku budidaya, Menteri Trenggono juga melepas-liarkan dua persen lobster hasil panen ke laut di sekitar perairan Desa Sumber Kima sebagai upaya menjaga keberlanjutan.

Sebagai informasi, lokasi budidaya lobster yang ditinjau Menteri Trenggono merupakan keramba jaring apung yang dikelola PT. Lautan Berkah Perkasa (LBP) di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Lobster yang dipanen di keramba jaring apung Sumberkima jumlahnya mencapai 300 kilogram dengan size 200-300 gram per ekor. Hasil panen lobster jenis pasir serta mutiara ini akan langsung diekspor ke China dan merupakan ekspor perdana lobster hasil budidaya dengan sistem kandang tenggelam (Submerged cages).

Panen parsial kali ini merupakan kedua kalinya sejak budidaya dilakukan setahun lalu. Panen sebelumnya Desember 2020 dengan hasil 200 kilogram.

Menurut penjelasan Direktur PT Lautan Berkah Perkasa Dwi Hariyanto, ada dua jenis lobster yang dibudidayakan di keramba jaring apung yang dikelolanya, yakni pasir dan mutiara. Dia menargetkan 100 petak kerambanya mampu memproduksi 24 ton lobster per tahun.

"Budidaya di sini memakai sistem budidaya seperti di Vietnam. Di mana bibit ditaruh di kandang, lalu dimasukkan ke laut di kedalaman 5 meter. Di kedalaman tersebut suhu dan salinitas terjaga dan lobster terlindungi dari sinar matahari langsung," urai Dwi.

Dari aktivitas budidaya lobster ini, terserap 10 orang tenaga kerja lokal. Sementara nelayan penyuplai benih jumlahnya lebih dari 100 orang, dari Banyuwangi, Jembrana dan Tabanan. Menurut Dwi, tenaga kerja yang dibutuhkan kemungkinan besar bertambah seiring keseriusan pihaknya mengembangkan budidaya lobster ini.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia, Gunawan menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor lobster terbesar di dunia.

"Kami akan jadikan Sumberkima sebagai Lobster Estate pertama di Indonesia dan berikutnya akan kami kembangan sampai ke suluruh pelosok nusantara. GPLI menargetkan ekspor lobster hasil budidaya sebesar 30 ribu ton per tahun, yang akan kami capai dalam waktu 10 tahun. Sehingga kedepannya semakin banyak benih yang terserap untuk dibudidayakan di dalam negeri" terang Gunawan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA