Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
Software

Telegram Hapus Ratusan Pesan Ajakan Kekerasan, Pasca Ketegangan Politik di AS

Aisyah Isyana - 19/01/2021 23:25

Beritacenter.COM - Layanan pesan singkat Telegram menyebut telah menghapus ratusan pesan yang berisikan seruan publik untuk melakukan kekerasan di Amerika Serikat (AS). Pendiri Telegram, Pavel Durov, menyebut penghapusan seruan kekerasan ditengah ketegangan politik di AS itu dilakukan sebagaimana persyaraatan layanan Telegram.

Pavel Durov menegaskan jika pihaknya berkomitmen untuk melarang seruan pemicu kekerasan. "Telegram menyambut baik debat dan protes damai. Namun Persyaratan Layanan kami secara eksplisit melarang penyebaran seruan publik untuk melakukan kekerasan," kata Pavel Durov, dikutip dari The Verge, Selasa (19/1/2021).

Baca juga :

Menurutnya, gerakan sipil di seluruh dunia, sebagaian juga bergantung pada Telegram untuk membela hak asasi manusia tanpa menimbulkan kerugian. Meski menjadi bagian yang moderat melawan kekerasan dan terorisme di ruang publik, Telegram juga konsisten untuk menolak pesannya dapat diakses penegak hukum.

Selama satu bulan terakhir, Durov menyebut Telegram juga mendapati adanya peningkatan dalam hal kekerasan yang dilaporkan platform AS lainnya."Awal Januari, tim moderasi Telegram mulai menerima peningkatan jumlah laporan tentang aktivitas publik terkait AS di platform kami," kata Durov.

"Tim bertindak tegas dengan membekukan channel terkait AS yang menyerukan kekerasan. Berkat upaya ini, minggu lalu moderator kami memblokir dan menutup ratusan hasutan untuk melakukan kekerasan yang bisa menjangkau puluhan ribu pelanggan," lanjutnya.

Peningkatan itu signifikan terjadi pada pengguna Telegram selama dua minggu terakhir, atau setelah adanya pembaruan besar pada kebijakan privasi WhatsApp yang membuat banyak pengguna mencari alternatif lainnya.

Hal itu turut berimbas pada penambahan jutaan pengguna baru yang turut membebani sistem dan infrastruktur layanan hingga sempat tak dapat diakses selama lebih dari 24 jam.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA