Thursday, 04 Mar 2021
Temukan Kami di :
News

Masih Berstatus Waspada, BNPB Imbau Tak Ada Aktivitas Radius 1 Km di Gunung Semeru

Aisyah Isyana - 17/01/2021 18:30

Beritacenter.COM - Status Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur, terpantau masih waspada. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar warga tidak melakukan aktifitas dalam radius 1 km.

"Gunung Semeru yang relatif statusnya adalah 2, jadi adalah waspada. Dan disampaikan PVMBG, radius 1 km diharapkan tidak ada aktivitas dan 4 km yang menuju ke selatan tenggara," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Raditya Jati dalam konferensi pers 'Update Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan Bencana di Berbagai Daerah' yang disiarkan BNPB, Minggu (17/1/2021).

Baca juga :

Manurutnya, saat ini kondisi Gunung Semeru masih terpantau kondisi. Kendati begitu, dia menilai harus tetap ada upaya pengosongan di radius 1 km dan 4 km dari arah selatan dan tenggara Gunung Semeru.

"Tetap harus ada upaya untuk melakukan pengosongan wilayah di zona 1 km radius dan 4 km di arah selatan dan tenggara. Relatif Semeru kondisi kondusif. Memang kita tetap harus memantau kondisi dari PVMBG," katanya.

BNPB mengimbau warga untuk mewaspadai awan panas guguran, baik guguran lava maupun lahar, di sepanjang aliran sungai. Masyarakat setempat diminta untuk menjauhi area terdampak material awan panas.

Adapun rekomendasi lengkap yang di sampaikan BNPB, yakni :

1. Tidak ada aktivitas penduduk/wisatawan dalam radius 1 km dari kawah/pucak Gunung Semeru dan jarak 4 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara
2. Mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk), terutama potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.
3. Agar Masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
4. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA