Thursday, 04 Mar 2021
Temukan Kami di :
News

Ini Kata Pengacara soal Habib Rizieq Disebut Bahayakan Umat Karena Tutupi COVID

Aisyah Isyana - 15/01/2021 22:30

Beritacenter.COM - Kuasa hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, membantah anggapan Habib Rizieq menutupi hasil swab positif Corona telah membahayakan umat. Sugito membantah kliennya telah mentupi hasil test positif COVID-19.

"Jadi, pada waktu ceramah di Petamburan atau peletakan batu pertama di masjid di Megamendung, beliau sudah swab di Saudi dan sudah rapid di Jakarta begitu sampai," ujar Sugito saat dihubungi, Jumat (15/1/2021).

Baca juga :

Sugito mengaku tak mengetahui detail kapan Habib Rizieq positif Corona dan meminta agar hal itu ditanyakan ke RS UMMI. Dia menyebut Habib Rizieq sama sekali tak bertemu orang lain saat di rawat di RS UMMI.

"Pada waktu dari Rumah Sakit UMMI, Habib tidak pernah komunikasi dengan orang-orang tidak punya kepentingan. Jadi Habib Rizieq, siapa pun tidak mau zalim kepada orang lain. Jadi di sini intinya Habib Rizieq sedang dicari salahnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyoroti soal kondisi Habib Rizieq yang sempat disebut positif Corona. Menurutnya, menutupi hasil swab dapat membahayakan umat sekitar.

"Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya mengimbau kepada siapa pun, yang telah dinyatakan positif bukanlah aib. Toh, justru harus berterus terang diberikan informasi kepada para pihak yang kontak erat untuk lebih hati-hati dan tracing, dalam rangka pengendalian penyebaran COVID," kata Handoyo kepada wartawan, Jumat (15/1).

Menurutnya, siapa pun yang telah dinyatakan positif Corona berpotensi dapat membayakan orang sekitar. Untuk itu, sikap Habib Rizieq yang menutupi hal itu sama dengan tidak membantu pemerintah dalam menangani Corona.

"Dan kepada siapa saja yang dinyatakan positif namun menutupi, akan sangat berbahaya buat orang di sekelilingnya. Orang yang pernah kontak erat dan macam ini adalah tidak membantu pemerintah dalam pengendalian COVID-19, namun justru berbahaya buat umat sekitar maupun keluarganya." ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA