Thursday, 04 Mar 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Bunuh dan Simpan Mayat Korban Selama Dua Hari, Dukun di Karawang Ditangkap Polisi

Baharuddin Kamal - 15/01/2021 20:00 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang dukun di Karawang, lantaran tega menghabisi nyawa Fathan Ardian Nurmiftah (19) secara brutal. Korban yang diketahui merupakan seorang mahasiswa di Telkom University Bandung itu berkenalan dengan pelaku via Facebook.

Dukun yang biasa dipanggil dengan Jhovi itu menghabisi nyawa korban di kamar indekostnya. Jhovi sempat menyimpan jasad korban selama dua hari, sambil mencari cara membawa keluar jenazah Fathan tanpa mengundang perhatian warga sekitar.

"Selama dua hari, jenazah Fathan disimpan di dalam kamar pelaku," kata Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, Jumat (15/1/2021).

Dia menjelaskan, pelaku menghabisi korban secara brutal pada Minggu malam (10/1/2021). Pelaku membenturkan kepala korban ke dinding kamar kos. Tak hanya sampai di situ, Jhovi pun mencekik Fathan hingga tewas.

Hal tersebut terungkap dari hasil autopsi yang menunjukkan terdapat luka dalam di kepala Fathan akibat benturan keras. "Pelaku membenturkan kepala korban ke dinding kamar kost, kemudian mencekik korban hingga tewas," tutur Rama.

Melihat Fathan tak bernyawa, Jhovi kemudian meminta bantuan Husain Abdurrahim (21). Husain adalah teman dekat Jhovi. Husain tercatat sebagai warga Jakarta dan bekerja sebagai driver ojol.

"Kedua pelaku mengikat dan membungkus korban menggunakan plastik, sarung dan bed cover," kata Rama.

Jhovi kemudian mengambil ponsel pemuda asal Telukjambe Timur Karawang itu. Ia membuka aplikasi WhatsApp dan mengirim pesan kepada keluarga Fathan. Isinya, meminta uang sejumlah Rp 400 juta jika masih ingin ketemu dengan korban.

Kepada keluarga korban, Jhovi menyertakan nomor rekening bank milik Husain Abdurrahim (21). Membaca pesan itu, keluarga Fathan berasumsi Fathan diculik. Keluarga kemudian mendatangi kantor polisi dan melaporkan kehilangan Fathan.

Tidak ada yang menyangka jika Fathan sebetulnya sudah tewas dibunuh oleh pengirim pesan. Melihat Fathan sudah tewas, Jhovi kemudian berusaha menjual dua ponsel milik korban. Jhovi juga disinyalir menjual motor milik Fathan. Polisi menduga uang hasil penjualan benda milik korban digunakan untuk biaya kabur.

"Sampai sekarang, kita masih mencari motor milik korban. Sementara ponsel korban memang dijual pelaku. Motifnya sementara disinyalir uang itu digunakan pelaku untuk kabur. Kita masih coba dalami," kata Rama.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA