Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Tusuk Leher-Perut Kekasih Sesama Jenis di Cililitan, BAHRI Divonis 14 Tahun Bui

Aisyah Isyana - 14/01/2021 16:15

Beritacenter.COM - Cekcok soal wanita idaman lain, Samsul Bahri (22) tega membunuh pasangan sesama jenisnya, Miftah. Keributan antar pasangan sesama jenis berujung penusukan itu bermula saat Bahri menginap dirumah korban di Cililitan, Jakarta Timur, 20 Maret 2020.

Disana, keduanya sempat melakukan hubungan sesama jenis. Tak lama berselang di sela-sela aktivitas seks keduanya, Bahri membuka HP hingga membuat Miftah marah. Saat dilihat oleh korban, Bahri ternyata tengah berkirim pesan dengan perempuan. Kesal mendapati hal itu, Miftah kemudian mengancam membunuh Bahri.

Baca juga :

Setelah melakukan hubungan hingga penetrasi, keduanya kemudian langsung pulas tertidur. Bahri kemudian bangun lebih dulu di pagi harinya dan teringat akan ancaman korban yang hendak membunuhnya. Alhasil, Bahri pun gelap mata mengambil pisau dan menusuk Miftah. Bahri menusuk leher dan perut Miftah hingga tewas.

Mendapati korban sudah tak bernyawa, Bahri langsung melarikan diri dari lokasi. Belum lama sepekan melarikan diri, polisi berhasil meringkus Bahri di Pinangranti. Bahri pun di proses hukum dan diadili di PN Jaktim yang menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Bahri, pada 22 Oktober 2020. Vonis itu lebih ringan dibawah tuntutan jaksa yang menuntut penjara seumur hidup. Atas vonis itu, jaksa pun tak terima dan mengajukan banding.

"Menyatakan Terdakwa Samsul Bahri alias Samsul yang identitasnya terurai di atas, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "Pembunuhan" sebagaimana Pasal 338 KUHPidana sebagaimana dalam dakwaan subsider. Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan Pidana penjara 14 (empat belas ) tahun," ujar majelis yang diketuai Ahmad Shalihin dengan anggota Yonisman dan Nyiman Dedy Triparsada.

Pengadilan Tinggi Jakarta menyatakan putusan PN Jaktim tidak tepat dan menyatakan Bahri bersalah dan melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Menurut PT Jakarta, Samsul adalah melakukan perbuatan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan.

"Selanjutnya mengenai tenggang waktu antara Terdakwa mengambil pisau dan melaksanakan niatnya menghabisi korban adalah dalam jarak waktu yang tidak jauh dan dapat dikatakan hanya dalam hitungan menit, maka tidak ada waktu cukup bagi Terdakwa untuk berpikir secara tenang sebelum melaksanakan perbuatan pidana," ujar majelis.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA