Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Ketua DPRD-Kapolda Metro Jadi yang Pertama Dapat Vaksin Corona di DKI Jakarta

Anas Baidowi - 14/01/2021 09:20 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Sejumlah pejabat publik di DKI Jakarta akan menjalani vaksinasi pertama di DKI Jakarta besok. Mereka adalah Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi hingga Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran.

"Saya akan menjadi orang pertama di DKI Jakarta bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman serta perwakilan tenaga medis dan keterwakilan berbagai unsur termasuk tokoh masyarakat untuk divaksin," kata Prasetyo melalui akun instagramnya @prasetyoedimarsudi, Kamis (14/1/2021).

Prasetyo menyebut bahwa program vaksinasi ini merupakan salah satu upaya untuk menumpas wabah Covid-19 di Indonesia. Ia meminta agar warga DKI turut membantu program nasional ini agar berjalan lancar.

"Dimulainya vaksinasi tahap pertama ini merupakan ikhtiar agar Indonesia bisa segera keluar dari pandemi COVID-19. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dan dan partisipasi seluruh masyarakat untuk menyukseskan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia," ucapnya.

Prasetyo mengatakan Presiden RI Joko Widodo telah menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin COVID-19 kemarin. Dengan ini ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap vaksin yang telah didistribusikan di Indonesia bisa tumbuh, sehingga tidak ada keraguan di mata masyarakat untuk menerima vaksin.

"Semoga vaksinasi Covid-19 yang tahapannya telah dimulai hari ini setelah Bapak Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan adalah aman, berjalan dengan lancar dan semuanya dapat segera di vaksinasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menerima 120.040 dosis vaksin Corona produksi Sinovac. Namun, vaksin yang dibeli Indonesia itu ada batas usianya, yakni 18-59 tahun. Sehingga, tidak semua tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi penerima vaksin di tahap pertama.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA