Tuesday, 19 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Tangkap Pembuat Surat Rapid Test-Swab Antigen Palsu di Jakpus

Aisyah Isyana - 13/01/2021 19:05

Beritacenter.COM - Pelaku pembuat surat rapid test antibodi dan swab antigen palsu dibekuk polisi. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Pelaku pembuat rapid test dan swab antigen palsu itu diketahui telah satu bulan menjalankan aksinya.

"Kemarin tanggal 12 Januari 2021 salah seorang masyarakat membeli surat keterangan swab antigen yang keterangannya negatif, sehingga atas dasar tersebut kita melakukan penyelidikan, sehingga kita mengamankan tersangka satu orang tersangka dengan inisial AA umur 31 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin, di Polres Metro Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021).

Baca juga :

Kepada polisi, pelaku mengaku baru menjalankan aksinya mulai Desember tahun lalu. Dari periode itu, pelaku telah membuat sebanyak 13 surat keterangan rapid test dan swab antigen palsu.

"Sampai dengan saat ini surat yang sudah dibikin oleh yang bersangkutan untuk surat keterangan swab antigen sepuluh lembar, kemudian surat keterangan rapid test sebanyak tiga lembar," ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menawarkan jasanya membuat surat keterangan rapid test dan swab antigen palsu melalui media sosial. Dari situ, polisi langsung melakukan penyelidikan terkait kasus rapid test dan swab antigen palsu.

"Tim Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penyelidikan salah seorang membeli surat keterangan swab antigen melalui salah satu akun Facebook daripada tersangka," lanjutnya.

Pelaku menjual surat keterangan rapid test antibodi dan swab antigen palsu seharga Rp 50 ribu dan Rp 70 ribu. Pelaku meraup keuntungan Rp3 juta dalam sebulan menjajakan surat palsu tersebut.

"Harganya yaitu untuk swab antigen 70 ribu rupiah per lembar, kemudian untuk surat keterangan rapid test seharga 50 ribu rupiah, setelah disepakati harga yang membeli dan memesan setuju dengan harga tersebut nanti diminta data KTP," kata Burhanuddin.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan.

"Adapun pasal yang kami terapkan yaitu Pasal 51 juncto Pasal 35 UU RI Tahun 2016 atas perubahan UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik kemudian tentang Undang-Undang Kekarantinaan kesehatan juga kami terapkan pasal 368 KUHP," jelasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga mengungkap kasus yang sama soal pembuatan surat keterangan rapid test palsu. Namun, Burhanuddi menyebut pelaku tak terkait dengan kasus yang diungkap Polda Metro.

"Terkait kasus yang diungkap oleh Polda, setelah kita dalami yang bersangkutan pemain tunggal, tidak ada hubungan sama yang telah diungkap oleh Polda," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA