Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Peristiwa

Anak Sungai Kali Melengkung Meluap, Akses Jalur Antar Provinsi Sempat Ditutup

Baharuddin Kamal - 12/01/2021 23:41

Beritacenter.COM - Anak kali sungai Melengkung yang terletak di perbatasan Karanganyar - Sragen, tepatnya di desa Waru, Kebakkramat, Karanganyar, meluap hingga menutupi jalan utama lintas provinsi Jawa Tengah - Jawa Timur, Selasa (12/1/2021) petang.

Dari pantauan di lokasi pada pukul 22.15 WIB, masih terlihat early warning system yang terpasang di pinggir jembatan meski genangan air di akses jalur antar provinsi ini telah surut.

Terus berbunyinya early warning system itu dikarenakan volume air di sungai Mungkung ini terlihat sudah penuh. Bila hujan terus mengguyur, tak menutup kemungkinan akses utama antar kota antar provinsi ini akan terputus tergenang air.

KBO Satlantas Polres Karanganyar Ipda Anggoro Setia Budi mengatakan luapan air yang sempat menggenangi ruas jalur utama antar provinsi sepanjang 200 meter ini disebabkan adannya pembangunan jembatan yang dilakukan salah satu perusahaan di anak sungai Mungkung yang belum selesai, menyebabkan ada sumbatan di anak sungai tersebut.

"Karena sumbatan sianak sungai dimana jembatan yang tengah dibangun sebuah perusahaan itu, menyebabkan ada genangan air sepanjang 200 meter sekira pukul 17.00 hingga pukul 18.30 WIB,"papar Ipda Anggori di lokasi luapan air, Selasa (12/1/2021) malam.

Meski tak menyebabkan akses jalan terputus, namun adannya genangan air di akses jalan sebelah kiri atau lajur menuju Karanganyar dari arah Sragen, tepatnya di depan SPBU Grompol, membuat laju kendaraan yang melintas terganggu.

"Meski tidak sempat memutus akses jalan, tapi adannya genangan ini mengganggu laju kendaraan. Untungnya cepat surut,"terangnya.

Meski luapan air karena tersumbatnya aliran di anak sungai Mungkung ini, pihak Satlantas Polres Karanganyar, ungkap Anggoro, masih terus berjaga.

Pasalnya, tepat pukul 21.39 WIB, early warning system di jembatan itu berbunyi. Meski saat ini lampu early warning system masih berwarna kuning, namun bila hujan terus mengguyur, bisa menyebabkan air kembali meluap hingga kejalan.

Bila luapan air sampai memutus jalur utama antar provinsi ini, pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah agar akses lalu lintas tidak terganggu.

Salah satunya dengan mengalihkan semua kendaraan masuk kedalam tol. Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk tidak memberlakukan sistem E-Tol tapi bayar cash di gerbang tol.

"Tapi bila pengguna jalan menolak masuk tol, maka akan kita arahkan dari Kebakkramat menuju Tasikmadu terus ke Mojogedang melintasi kerjo keluar di alun-alun Sragen," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA