Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Pakai Foto Bugil dan Modus VCS, Pemuda di Jambi Peras Pria di Medsos Rp20 Juta

Aisyah Isyana - 11/01/2021 14:30

Beritacenter.COM - Tim Ditreskrimsus Polda Riau meringkus Ahmad Tantowi (24), warga Sarolangun, Jambi. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan polisi atas dugaan pemerasaan melalui modus panggilan video seks (video call seks atau vcs). Pelaku diringkus sekira pukul 17.30 WIB, Rabu (6/1/2021), berdasarkan laporan pemerasan korban pria berinsial RS.

"Pada Rabu lalu di Desa Pemusiran, Mandi Angin, Sarolangun dilakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana informasi dan transaksi elektronik inisial AT. Pelaku ditangkap atas penyebaran konten asusila dan atau pemerasan," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Andri Sudarmadi, seperti dilansir detik, Senin (11/1/2021).

Baca juga :

Pelaku AT langsung dibawa ke Ditreskrimsus Polda Riau, guna diperiksa lebih lanjut. Kepada polisi, AT mengaku membuat akun media sosial palsu dengan foto profil wanita cantik tanpa busana alias bugil.

"Modusnya pelaku membuat akun palsu atas nama Chidy Moy yang menggunakan foto profil seorang perempuan. Pelaku mengambil foto perempuan tersebut dari internet," kata Andri.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengicar korban secara acak dengan melakukan chatting terlebih dahulu. Pelaku memancing korban dengan chatting dan merayu korban untuk melakukan video call sex.

"Pelaku sudah mempersiapkan sebuah video porno di salah satu handphone lainnya, pelaku di sini menggunakan dua handphone. Handphone pertama untuk melakukan video call dan handphone yang kedua untuk memutar video porno yang kemudian diarahkan ke kamera handphone pertama," katanya.

Saat korban mau diajak video call sex, pelaku langsung merekam layar atau screenshot korban saat melakukan VCS. Pelaku kemudian memeras korban dengan meminta pulsa dan sejumlah uang.

"Jika tidak diberi, tangkapan layar tersebut akan disebarkan ke rekan-rekan Facebook korban. Pelaku awalnya meminta Rp 7 juta dan sudah dikirim," jelas Andri.

Tak hanya itu, pelaku juga meminta uang lagi ke korban sebesar Rp13 juta. Korban yang merasa diperas langsung melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau pada Selasa (29/12/2020) dengan Nomor LP/05/I/ 2021/SPKT/RIAU.

Dari penangkapan itu, polisi menyita 2 handphone, 1 buku tabungan, ATM, dan KTP milik pelaku. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku diancam UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.




Berita Lainnya

Polisi Tindak Tegas Dua Jambret di JPO Jakbar

16/01/2021 00:38 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA