Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Peristiwa

Hanya Gegara Masalah Baju, Seorang Anak Tega Polisikan Ibu Kandungnya

Anas Baidowi - 10/01/2021 11:57 Seorang ibu yang dipolisikan anak kandungnya

Beritacenter.COM - Sorang gadis di Demak,A (19) tega melaporkan ibu kandungnya sendiri ke polisi hanya karena masalah baju. Akibatnya, sang ibu, S (36) harus mendekam di kantor polisi.

"Kasihan ibunya sambil nangis-nangis, 'Ya Allah Gusti uripku', keluhnya. Karena ingat anaknya sendiri. Akhirnya si ibu pasif tidak mau melawan," cerita kuasa hukum terlapor S (36), Haryanto, Sabtu (9/1/2021).

"Ditahan sejak kemarin di Polsek (Demak) Kota. Karena berkasnya sudah lengkap atau P-21" sambungnya.

Haryanto menyebut, perempuan yang bekerja sebagai penjual pakaian di Bintaro itu tidak berniat untuk melaporkan balik anaknya.

"Karena saat didorong anaknya itu sebenarnya bisa juga dibuat melaporkan balik," ucap Haryanto.

Peristiwa itu bermula saat gadis itu ikut ayahnya yang pulang ke Demak sejak bercerai dengan ibnya pada 21 Agustus 2020 lalu.

A dan ayahnya yang didampingi perangkat desa kemudian menyambangi rumah terlapor S stetalh sebelumnya mendatangi rumah Lurah dan RT setempat.

"Terus dia (A) masuk, terus nyari bajunya. Ibunya jengkel, bilang ke anaknya, suruh minta belikan ayahnya, 'karena sudah ikut ayahmu yang katanya uangnya banyak'," cerita Haryanto.

A pun terus mengomel karena tak menemukan bajunya di lemari. Hingga akhirnya, sang ibu pun berkata jika baju-baju anaknya itu telah dibuangnya.

"Kemudian anak tersebut mencari di lemari nggak ada, sambil ngomel-ngomel. Ibunya bilang, wes (sudah) tak buang," terang Haryanto.

Haryanto mengungkap, A sempat mendorong ibunya sampai terjatuh. Menurutnya, saat sang ibu akan kembali berdiri dia refleks menyentuh anaknya.

"Itu kena kukunya, tapi ibunya juga tidak merasakan kalau kena kukunya, sampai divisum itu muncul dua cm di pelipis anak. Setelah itu ya sudah, karena masih banyak orang, dilerai dan setelah itu pak lurah dan pak RT pulang dan sudah selesai," urainya.

Berbekal hasil visum luka tersebut, lanjut Haryanto, S dilaporkan sang anak kepada polisi keesokan harinya yakni 22 Oktober 2020 dengan dugaan penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga. S dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT subsider Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. S akhirnya ditahan di Polsek Demak Kota setelah jaksa menyatakan berkas kasus ini P-21 kemarin.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA