Friday, 14 May 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Ungkap Peredaran Narkoba di Kampung Ambon Jakbar, BNN Bekuk 5 Pelaku

Aisyah Isyana - 08/01/2021 13:21

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) bongkar kasus peredaran narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat. Dari pengungkapan kasus ini, BNN menangkap lima orang pelaku.

"Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia mengungkap kasus narkotika di Kampung Ambon, Jakarta Barat pada tanggal 20 Desember 2020 dengan menangkap 5 orang pelaku, 4 pria dan 1 wanita atas inisial T, OC, UP, MS, dan MG," kata kepala BNN Petrus Golose di kantor BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (8/1/2021).

Baca juga :

Dikatakan Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, kasus dapat terungkap setelah petugas mendapat informasi warga yang resah dengan peredaran narkoba di daerah itu. Keresahan warga timbul lantaran adanya oknum yang menggunakan barang haram itu di wilayah kampung Ambon.

"Operasi kita yang sudah lama kita lakukan penyelidikan di daerah kampung Permata atau kampung Ambon dan itu cukup meresahkan masyarakat karena menurut data dan informasi yang kira terima banyak sekali para pengguna yang langsung menggunakan di tempat dan juga itu adalah satu sumber dari peredaran narkoba khsusunya di Jakarta," ungkap Arman.

Setelah melakukan penyelidikan, tim BNN kemudian bergerak ke kampung Ambon dan berhasil meringkus para pelaku, pada 20 Desember 2020. Dari pengungkapan ini, BNN turut menyita barang bukti berupa ganja seberat 15,22 kg, 248 butir pil ekstasi dan sabu 5,8 kg.

"Oleh karena itu pada akhir Desember lalu kita lakukan operasi sama-sama artinya operasi bersama kita melakukan penangkapan dan penyitaan antara lain ganja, esctasy dan sabu. dari tiga barang bukti ini kita tahu bahwa cukup variasi," ucapnya.

Selain itu, BNN juga menyita aset mencapai Rp25,52 miliar miliki pelaku MG selaku bandar narkoba. Terkait temuan itu, BNN juga menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Dan kita lanjutkan dengan tindak pidana pencucian uang yang saudara lihat ada (uang) Rp 250 juta dan semuanya jumlahnya (aset) Rp.25, 52 miliar termasuk kendaraan yang sedang dilihat pak BNN," kata Arman.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA