Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
News

Tinggal di Kolong Jembatan Jakpus, Siswi Berprestasi Ini Terjaring Razia PMKS Kemensos

Anas Baidowi - 07/01/2021 23:31 Suasana di GOR Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus)

Beritacenter.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) mengadakan razia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Saat razia, tak hanya tunawisma saja yang terjaring, ada juga seorang siswa yang berprestasi.

Siswi tersebut bernama Nazwa (15). Ia bersama ibunya, Lilis Mulyadi (50) di kolong jembatan Stasiun Juanda, Jakarta Pusat (Jakpus). TIga bulan sudah mereka tinggal di kawasan tersebut. Mereka tidur dengan bermodalkan terpal sebagai atapnya.

"Datanglah ibu Kemensos dari Bekasi berpakaian biasa, pakaian pribadi bukan pakaian kantor, jadi masuk ke dalam pagar tanyalah ke Nazwa. 'Assalamualaikum. Anda di sini sendiri? Mana mamanya?' Memang (saat itu) saya ada di dalam tenda. Tenda itu saya bikin dari spanduk-spanduk biar kalau hujan nggak tampias, nggak keliatan dari jalan," kata Lilis saat ditemui di GOR Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2021).

Diketahui, keduanya mulai menggelandang di jalanan sejak Lilis cekcok dengan suaminya yang merupakan bapak tiri Nazwa. Sebelum tinggal di kolong, mereka sempat beberapa kali mengontrak rumah di daerah Jakarta Pusat.

"Sudah mau jalan tiga bulan. Awalnya saya ngontrak di Mangga Besar satu bulan, kemudian pindah ke Juanda di pasar darurat, satu bulannya lagi di Harmoni," terangnya.

Selama mengenyam pendidikan SD, beragam prestasi pun ditorehkan oleh Nazwa. Salah satunya, ia tercatat sebagai juara 1 lomba Olimpiade Matematika Tingkat MI se-Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Tak hanya itu, di sekolah Nazwa pun selalu masuk ranking tiga besar di kelas.

Pada 2019, Nazwa sempat melanjutkan sekolah ke MTs melalui jalur prestasi sewaktu masih tinggal di Lahat. Namun, baru tiga bulan mengenyam pendidikan, ia terpaksa berhenti sekolah karena diusir ayah tirinya.

Lilis mengatakan, saat kejadian itu berlangsung, dirinya sedang berada di Jakarta. Akhirnya, Nazwa pun memutuskan menyusul ibunya ke Jakarta.

"Berhenti sekolah karena bapaknya. (Bapaknya) minta kirim dari saya uang, katanya 'Nazwa udah gua usir'. Saya nggak tahu dia lari ke hutan minta tolong ke teman kakaknya. Dia (nyusul saya) ke Jakarta sendirian naik bus," terang ibu Nazwa, Lilis.

Kini, keduanya dibawa oleh tim Kemensos menuju tempat penampungan sementara di GOR Kecamatan Tanah Abang, Jakpus. Saat ini, tim Kemensos sedang mengkaji hasil asesmen Nazwa. Nantinya, Nazwa pun akan ditempatkan di Panti Sosial.

"Akhirnya ibu Kemensos ini memutuskan ngajak saya supaya tahu Nazwa ini sekolahnya di mana. Tapi sementara waktu masih COVID terus terang tidak bisa langsung ke asrama tadi di GOR, di sini," ungkap Lilis.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA