Wednesday, 19 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

Langkah Jokowi Menempatkan Risma Demi Merebut Kedaulatan Indonesia Terutama di DKI

Indah Pratiwi - 07/01/2021 13:00 Oleh : Markonah II

Banyak kontroversi yang terjadi dalam pengangkatan ibu Risma sebagai mentri sosial. Dari mulai nyinyiran paa politisi yang pernah sukses mengusung Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI hingga pengamat yang ujung-ujungnya berpikir negatif, misalnya: karena Risma blusukan ke lokasi-lokasi gelandangan, tempat kumuh dan peduli terhadap nasib rakyat yang tidak beruntung, terutama yang mengadu nasib di Jakarta bahkan dalam kesempatan blusukan itu, Risma menjanjikan untuk membantu mencarikan tempat tinggal dan pekerjaan kepada para tuna wisma yang ia datangi.

"Bapak saya carikan rumah ya, nanti ada tempat biar Bapak bisa tidur nyaman ndak kehujanan, biar bisa makan. Bapak jangan pergi ya, nanti ada yang jemput Bapak. Nanti Bapak bisa cari uang normal, saya bantu ya," demikian perkataan Risma kepada seorang tuna wisma di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Ada yang mengatakan bahwa cara itu salah dan akan jadi bumerang untuk Jakarta. Nanti tiap orang berpikir, mengadu nasib di Jakarta akan lebih mudah karena ada janji-janji Risma, ada bantuan dari Kemensos, yang tidak atau kurang beruntung akan dibantu. Dibantu tempat tinggal, dicarikan pekerjaan.

Tanpa persiapan yang matang, tanpa keterampilan, orang-orang dari daerah lain berduyun datang ke Ibu Kota, mengadu nasib dan berharap dapat uluran tali kasih dari Risma, dari pemerintah. Bahkan mengatakan tindakan Itu tidak mendidik.

Saya pikir itu adalah pendapat yang naif sekaligus kontra produktif karena menghambat pola berpikir positif serta tidak memahami program pemerintah secara menyeluruh, apalagi berpikir mengenai kedaulatan rakyat.

Secara analogi seseorang yang hidupnya miskin dikota Jakarta apakah tidak miskin dikota lainnya?

Di era saat ini dengan kemajuan teknologi informasi tentu mudah didapatkan data yang valid. Bagaimana jika dikampungnya ternyata dia orang yang mampu?

Ya tinggal dikembalikan saja dengan diberi penyuluhan dan pembinaan.

Kemudian kewenangan ibu Risma bukan hanya di Jakarta saja tapi dia bisa menempatkan orang tersebut didaerah lain dengan mengembangkan kemampuan serta melatih bekerja yang sesuai dengan kemampuannya, disamping mencari tempat tinggal yang layak sesuai juga dengan kemampuannya.

Kita tau, Pilkada DKI yang dimenangkan Anies Baswedan penuh dengan kepungan politik identitas dan kepentingan politik, dimana seluruh Political Mainstream berkonsentrasi disana dalam rangka menjatuhkan Ahok yang sebelumnya bersama dengan Jokowi berhasil terpilih secara demokratis.

Saya tidak perlu menceritakan bagaimana kronologi Pilkada DKI yang penuh dengan kesepakatan busuk hingga demo berjilid-jilid yang didatangkan dari berbagai kota di tanah air, dengan isyu Agama layaknya seperti jaman jahiliah dan jaman primitif.

Apalagi saat Itu rakyat masih banyak yang belum sadar dengan politik identitas mereka, dimana orang bebas berteriak dan mengancam warga minoritas agar tidak memilih Ahok, bahkan ada janji imajiner yang masih dipercaya seperti memilih Ahok masuk neraka dan jangan sholati jenazah pemilih Ahok.

Hmmm... suatu pikiran biadab, primitif, picik dan Fasis yang tidak pernah bisa dilupakan sampai kapanpun dimana para Ustad dan Ulama menjual agamanya sendiri demi kekuasaan.

Kita Semua tau tujuan para Political Mainstream mendudukkan Anies menjadi Gubernur DKI adalah bertujuan untuk menjatuhkan Jokowi, dibuktikan dengan usaha kudeta yang berulangkali gagal dimana FPI tampil menjadi proxy war.

Proxy war ini merupakan smart power dengan membentuk pion pion dari berbagai kalangan untuk menciptakan opini permusuhan kepada pemerintah.

Apalagi ketika Jokowi naik kedua kalinya sebagai presiden gerakan proxy war semakin kencang. Karena banyak barisan sakit hati dan tak bertuan karena Prabowo bergabung ke pemerintah.

Mereka memang membuat DKI sebagai sarana untuk menjatuhkan pemerintah jadi jangan harap DKI akan maju selama kepemimpinan Anies Baswedan yang muncul sebagai pion para Political Mainstream untuk menjatuhkan pemerintahan.

DKI makin kacau, makin terbuka pintu masuk untuk menggulingkan pemerintahan.

Kita bisa lihat sikap Anies yang lebih berpihak kepada pendemo dibandingkan pemerintah kan? apalagi ketika Gatot Nurmantyo menjadi Panglima TNI dia terus memecah belah TNI dengan isyu PKI nya, karena berharap TNI bisa mengambil alih Keamanan seperti jaman Pak Harto kemudian Pak Wapres bisa Naik jadi Presiden.

Hahahaha....mimpi basah Ternyata !!

Karena begitu rumitnya permasalahan DKI yang sulit untuk disentuh pemerintah maka Jokowi dengan taktis dan cerdas menempatkan Tri Risma Harini sebagai Mensos dan supaya masyarakat yang paling termarjinalkan termasuk korban gusuran Anies Baswedan yang cenderung tanpa solusi bagi korbannya, bisa merasakan keadilan dan merasa berdaulat bagaimanapun mereka adalah warga Negara Indonesia yang harus di manusiakan.

Jadi betapa biadab dan pongahnya orang yang mengatakan, orang daerah pergi ke Jakarta Ingin Hidup mudah. Hmmm... sepertinya dia sendiri yang punya Negara ?

Semua warga Negara Indonesia ingin bisa hidup dengan mudah dan sejahtera tau,..!! bukan orang² berdaster saja yang kelakuannya munafik bisa mendapat fasilitas dari Pemda DKI, dan mereka itu harus dibina dan dilindungi oleh pemerintah, dan Gubernur itu bukan sebagai babu para politisi busuk seperti sekarang !!

Jadi jelas penempatan Risma adalah upaya mengembalikan kedaulatan rakyat di DKI Jakarta dan seluruh Indonesia yang sudah diangkang angkangi para politisi Busuk dan golongan tamak !!

Don't let Jokowi Walk alone mengembalikan kedaulatan rakyat untuk seluruh rakyat Indonesia secara Adil dan konsekuen sesuai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Lawan Fasisme dalam bentuk apapun !!


Merdeka!! (TG)

 

Sumber : Status Facebook Markonah II




Berita Lainnya

Teropong Pilpres 2024, Anies Hanya Penggembira?

18/05/2021 14:30 - Indah Pratiwi

(Novel) Tak Jadi Dinonaktifkan?

18/05/2021 13:53 - Indah Pratiwi

IKN DAN BATU PERTAMA

18/05/2021 11:37 - Indah Pratiwi

Negeri Ini Bukan Milik Si Miskin

18/05/2021 10:50 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA