Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kesehatan

Jokowi : Total Ada 329,5 Juta Vaksin yang Dipesan, Ada Novavax, AstraZeneca, hingga Pfizer

Aisyah Isyana - 06/01/2021 13:50

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merinci jumlah vaksin Corona (COVID-19) yang dipesan Indonesia. Jokowi menyebut total ada sebanyak 329,5 juta vaksin COVID-19 yang dipesan untuk didatangkan ke tanah air.

"Perlu saya sampaikan mengenai jumlah dosis vaksin yang telah kita pesan, yang firm order," kata Presiden Jokowi saat rapat bersama para gubernur yang disiarkan virtual di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/1/2021).

Adapun rincian pesanan vaksin untuk Indonesia, yakni : Sinovac: 3 juta + 122,5 juta, Novavax: 50 juta, COVAX-GAVI: 54 juta, AstraZeneca: 50 juta, dan Pfizer: 50 juta.

Baca juga :

Dari data itu, total vaksin yang dipesan ada sebanyak 329 juta. "Artinya jumlah totalnya yang sudah firm order itu 329.500.000 vaksin. Pengaturannya akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan," kata Jokowi.

Dalam hal ini, Jokowi meminta agar setiap kepala daerah untuk betul-betul mengecek dan mengontrol kesiapan menuju vaksinasi. "Saya minta kesiapan-kesiapan kita dalam rangka menuju vaksinasi ini betul-betul agar dicek dan dikontrol oleh para gubernur," jelasnya.

Jokowi mewanti-wanti agar para gubernur dapat lebih fokus terhadap 3 hal, yakni urusan penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan ekonomi. Sementara kunci sukses dalam menangani permasalahan itu adalah kerja keras. Jokowi juga menyinggung sejumalah negara yang harus melakukan lockdowk karena penyebaran COVID-19.

"Dan kunci bagi pemulihan ekonomi kuncinya adalah bagaimana kita bisa berusaha keras, bekerja keras dalam rangka bisa menghentikan dan mengendalikan COVID," ujarnya.

"Kita tahu dua hari lalu, tiga hari lalu Bangkok lockdown, Tokyo dinyatakan dalam keadaan darurat, London juga lockdown, kemudian juga di seluruh Inggris di-lockdown karena penyebaran COVID yang sangat eksponensial," lanjut Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi sangat berharap seluruh elemen, khususnya kepala daerah, dapat terus bekerja keras dalam mengawsi disiplin protokol kesehatan. Pasalnya, Jokowi menyebut tingkat disiplin protokol kesehatan saat ini masih terpantau rendah.

"Oleh sebab itu kita betul-betul harus kerja keras, kerja mati matian agar 3T, 3M itu betul-betul bisa kita lakukan di lapangan, sekali lagi di lapangan, karena dari survei yang kita lakukan sekarang ini motivasi disiplin terhadap prokes masyarakat itu berkurang, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak ini berkurang. Oleh sebab itu saya minta para gubernur agar menggencarkan kembali masalah yang berkaitan dengan kedisiplinan prokes," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA