Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kesehatan

Pemprov DKI Anggarkan Rp1,65 Triliun untuk Vaksinasi COVID-19 di Jakarta

Aisyah Isyana - 03/01/2021 08:40

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta menganggarkan dana Rp3,2 triliun untuk bantuan langsung terdampak COVID-19 dan vaksinasi di Ibu Kota. Dari jumlah itu, pembagian Belanja Tidak Terduga (BTT) pada APBD 2021 itu yakni, Rp1,55 triliun untuk bantuan langsung tunai ke warga terdampak pandemi dan Rp1,65 triliun untuk vaksinasi di Jakarta.

Dana Rp1,65 trilun itu akan dialokasikan untuk pelaksanaan vaksinasi yang akan digelar Dinas Kesehatan. Sementara dana Rp1,55 triliun akan dialokasikan ke Dinas Sosial untuk pelaksanaan bantuan langsung tunai ke warga terdampak pandemi COVID-19.

Baca juga :

Dikatakan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, keputusan soal dana Rp3,2 triliun untuk vaksinasi dan bantuan langsung tunai itu diambil setelah pihaknya menggelar rapat pimpinan gabungan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (30/12).

"Kita menggelar rapimgab setelah Gubernur menyampaikan surat kepada DPRD dengan nomor 472/-1.713 tanggal 30 Desember 2020," kata Prasetio dalam keterangannya, Minggu (3/12/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri menyebut pengalokasian dana itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020 tentang pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka percepatan penanggulangan pandemi COVID-19.

"Selain itu juga merujuk dari Surat Edaran Mendagri nomor 910/6650/SJ yang diterima pada 8 Desember 2020 kemarin dan harus dianggarkan pada perangkat daerah yang melaksanakan urusanan kesehatan yakni Dinas Kesehatan DKI," jelasnya.

Tak hanya untuk vaksinasi, Edi juga menjelaskan soal dana BTT yang juga dialokasikan ke Dinas Sosial DKI Jakarta untuk menjalankan program Bantuan Sosial Tunai. Hal itu dilakukan guna membantu perekonomian warga Jakarta yang terdampak pandemi Corona.

"Pengalihan anggaran BTT ke Dinas Kesehatan sebesar Rp 1,65 triliun dan ke Dinas Sosial Rp1,55 triliun," tandasnya.

Sekedar diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang Persiapan Penyelenggaraan vaksin Corona (COVID-19) di DKI Jakarta. Diterbitkannya Ingub itu sebagai upaya guna menekan penyebaran COVID-19.

"Dalam rangka optimalisasi persiapan penyelenggaraan vaksinasi untuk menanggulangi penyebaran virus Corona di Provinsi DKI Jakarta," kata Anies dalam keterangan tertulis seperti dikutip Rabu (30/12/2020).

Anies sebagaimana dalam Ingub, mengintruksikan jajarannya agar mempersiapkan proses vaksinasi. Sebut contoh seperti asisten sekda yang diminta melaksanakan koordinasi terkait vaksinasi sesuai dengan tupoksi. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah juga diminta melakukan koordinasi guna menganggarkan kebutuhak pelaksanaan vaksinasi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA