Tuesday, 21 Sep 2021
Temukan Kami di :
Opini

Yaqut Cholil Qaumas, Amunisi Jokowi Hantam Terorisme

Indah Pratiwi Budi - 28/12/2020 20:02 Oleh : Ninoy Karundeng

Jokowi punya energi baru. Amunisi baru. Ketua Umum GP Ansor. Ormas underbouw NU, membawahi Banser.

Dan, NU saat ini dianggap sebagai front paling depan melawan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Akibatnya, Banser dan Ansor menjadi target makian dan cacian para teroris, kaum radikalis, dan pembenci NKRI.

Termasuk pembenci adalah FPI, HTI, FUI dan 212. Dan, tugas Gus Yaqut adalah untuk menghantam mereka.

Kebencian FPI dan ISIS terhadap

Banser bertebaran di dunia maya. Bahkan pentolan FPI pun membenci ulama besar dan Presiden RI ke-4, Gus Dur. Muhammad Rizieq Shihab (MRS) berteriak. Gus Dur buta mata buta hati.

Penghinaan untuk Gus Dur yang melukai ratusan juta pengikut NU. Gus Dur menjawab:

“FPI ormas bajingan!” FPI adalah afiliasi ISIS di Indonesia. Publik tahu 37 anggota FPI terlibat terorisme.


FPI adalah pemulung.

Cari duit dari para petulang dan begundal politik. Kedoknya agama. Masyarakat disuguhi jargon jihad. Jargon Islam. Agama sebagai alat propaganda. Persis sama dengan PKS, HTI, FUI, 212.


Tujuan FPI adalah menciptkan keributan. Buktinya sahih.

Karena didukung Cendana, Cikeas, Chaplin dan para anggota HTI di BUMN. ATM tak pernah kering. Pengikut di bawah disuruh beli seragam FPI dengan cara mencicil.

Karena diserang, aparat keamanan bertindak tegas: menembak mati 6 teroris FPI. Corong FPI Munarman yang pernah terlibat pembunuhan di Cikeusik, terkait dugaan kepemilikan senjata api, memanfaatkan situasi.

Kasus tewasnya 6 teroris dijadikan Munarman dan FPI sebagai trigger untuk menciptkan kerusuhan. Untuk menjadikan Indonesia seperti Suriah.

Bukan hanya membohongi publik. Perang saudara. Kerusuhan. Jokowi jatuh. Itu tujuan Munarman dan FPI sebagai kaki tangan para bohir.


Munarman melakukan konferensi pers. Persis sama strategi prakondisi di Suriah.

Dia berteriak: ada penculikan terhadap 6 laskar FPI.

Munarman menyebut MRS hendak pengajian. Dengan menyebut pengajian, tersentuhlah umat Islam.


Senyatanya, MRS dan 6 teroris sedang menyembunyikan MRS. Untuk melarikan diri. Buktinya? Kini 4 orang teroris lain sedang dikejar.

Aparat berhak penuh membuntuti siapa pun. Untung aparat membunuh 6 teroris. Jika tidak, MRS kabur. Berita bohong lain adalah anggota BIN ketangkap FPI.


Penyebaran kebohongan Munarman dan FPI sangat berbahaya. Karena dia membawa-bawa jihad, syahid, pahlawan.

Padahal yang tewas para teroris.

Lebih bohong lagi Munarman menyebut mereka tidak memiliki senjata. Polri menyodorkan adanya Jelaga mesiu di tangan 2 teroris FPI.

Ada bukti forensik, Munarman tak bisa berkilah. Juga bukti lubang tembakan di kaca dari senjata dua teroris. Yang 4 teroris lain, ditembak mati karena mencekik petugas yang mengawal dan berupaya merebut senjata petugas.


Untuk mendukung Munarman muncul Haikal Hassan. Menggiring publik percaya bahwa 6 begundal teroris FPI yang menyerang aparat sebagai pahlawan.

Kegilaan Haikal Hassan luar biasa. Dia bohong bermimpi ketemu Nabi Muhammad. Di pemakaman 6 teroris FPI.


Narasi Munarman, MRS, Haikal Hassan, dan Rizal Kobar serta para politikus apkiran dan Hidayat Nur Wahid PKS jelas: mendorong kerusuhan. Menjungkalkan Jokowi.

Dengan cara menciptkan kebencian, seolah terjadi pelanggaran, terkait dibunuhnya 6 teroris FPI.


Makin kentara agenda kejahatan mereka.

Rizal Kobar menggerakkan demo ke Istana. Ngapain ke Istana? Penahanan di Polda Metro Jaya. Polda Metro pun menyebut kalau mau unjuk rasa ke Polda, bukan ke Istana.


Polisi bertindak sigap sesuai koridor hukum. Sinergi TNI-Polri solid. Dukungan publik di media dan medsos yang intens menghancurkan rancangan kerusuhan yang direncanakan FPI dan Munarman.

Dengan pemicu tewasnya 6 teroris FPI. Rancangan gagal. Publik tidak percaya mereka syahid.

Mereka para teroris. Tak layak dibela. Munarman, Haikal Hassan, MRS menunggu bui. Rizal Kobar menyusul karena mengerahkan massa di masa PSBB.


Mereka tidak bisa berkilah. Kata Munarman kebijakan organisasi berbeda dengan perbuatan individu.

Lah, 37 teroris plus 6 teroris FPI tewas masih belum bukti FPI organisasi teroris?

Publik tidak bodoh. Dan, Gus Yaqut adalah amunisi baru Jokowi untuk menghantam terorisme, intoleransi, radikalisme.

Sumber : Status Facebook Ninoy Karundeng




Berita Lainnya

SELAMAT JALAN BEGAWAN

21/09/2021 12:22 - Indah Pratiwi

JADI BEDEBAH ITU INDAH

21/09/2021 12:17 - Indah Pratiwi

Aktivis HAM Diam Saat Nakes Dilecehkan KKB

21/09/2021 09:54 - Indah Pratiwi

Joko Widodo Makin Bertaring

21/09/2021 09:48 - Indah Pratiwi

Budiman Sudjatmiko, Next Presiden?

20/09/2021 15:10 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA