Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
Opini

KPK GERCEP KASUS SUAP MENSOS TAPI KASUS BANSOS DKI MALAH LOLOS, BERKAT KPK ANIES ?

Indah Pratiwi Budi - 07/12/2020 15:11

Menyedihkan memang Mensos yg terlihat gercep dalam aksinya di lapangan tapi tersandung oleh kasus suap. Bagi sy ini kasus yg di satu sisi menyedihkan sekaligus menggelikan. Mensos yg turun bantu Bansos di DKI yg pelit dan nggak mau keluar uang, ech malah DKI yg lolos.

Menteri Juliari Batubara atau akrab dipanggil Pak Ari jatuh dalam godaan yg sangat menggiurkan. Memang sangat disesalkan kenapa beliau yg latar belakang pengusaha mau saja menerima suap.

KPK memang di satu sisi harus diapresiasi untuk penyidikan baik di Kementrian KKP dan Kemensos. Lalu ada berita resmi pula yg menyatakan bahwa KPK sudah melakukan penyelidikan dari awal soal dugaan korupsi di Bansos. Sejak awal bayangkan.

Tapi ngomong punya ngomong, apa kabar KPK, soal kasus salah transfer di Kemenhan yg jumlahnya sebesar 70an Miliar itu? Lalu apa kabar anggaran DKI yg selalu lolos sempurna tuh dari pengamatan KPK Pusat?

Apa karena ada KPK di DKI yg dibentuk Anies?

Jika demikian maka ada pelajaran berharga yg harus dipetik dari kepemimpinana Anies. Jadi Gubernur maka carilah orang mantan KPK untuk melindungi dan mengamankan anggaran daerah alias Pemprov yg dipimpin sehingga dijamin bakal aman. Bisa melenggang sana-sini sampai salto jungkir balik anggaran pun tak akan bakal terenduk KPK Pusat. Tinggal main mata maka pasti lolos.

Bicara soal konsekuensi untuk pelaku korupsi Bansos penulis sangat setuju. Tapi alangkah menyedihkan juga KPK tutup mata dg kasus bansos di DKI yg juga tak kalah runyamnya. Anggaran di DKI segitu banyak tapi nggak mau dikeluarkan untuk membantu rakyat DKI yg membutuhkan.

Koplaknya janji daging yg disampaikan secara langsung oleh Anies di video bersama Aa Gym ternyata hanya pengibulan. Korupsi santun di DKI memang jauh dalam jangkauan dari KPK. Ibaratnya KPK selalu kehilangan sinyal atau battere habis alias langsung ngedrop ketika berhadapan dg pesta atau bancakan anggaran di DKI.

Ajib memang. Polemik Bansos di DKI sempat menjadi berita nasional. Kemensos ikut mengambil alih dan menyalurkan Bansos yg ternyata hanya sandiwara dari DKI. Itu artinya kelicikan di DKI sudah sangat sistematis dan masif. Dg anggaran yg besar malah aman tentram dan bisa pamer pencitraan sana-sini.

Lalu masih nodong anggaran juga dari Menteri Keuangan dalam jumlah trilyunan. Sudah disalurkan tapi penyalurannya benar² diluar jangkauan KPK Pusat. Luar biasa bukan?

LIhat saja di DKI ketika ada perencanaan kenaikan anggaran anggota dewan dari Rp 170 juta menjadi hampir Rp 700 juta maka Anies pun tak memberi komentar. Tak ada suara Gubernur untuk mengingatkan hal ini. Mengapa? Simbiosis mutualisme.

Karena dg restu Anies maka anggota dewan akan semakin manut dan mendukung Anies dan di satu sisi Anies akan terus mendapat legitimasi kekuasaan dari anggota dewan karena dianggap mendukung kesejahteraan mereka.

JIka ada perencanaan kenaikan gila²an seperti ini di masa kepemimpinan Anies itu sudah bisa dimaklumi karena sang Gubernur sangat tumpul dg anggaran. Gubernur tak pernah menyisir anggaran dg ketat dan malah memberi kelonggaran sebesar²nya.

Keran anggaran di masa Anies jelas sangat longgar tapi larinya itu nggak jelas. Realisasi Dalam pembangunan sangat sedikit. Kalau pun ada hanya meneruskan warisan sebelumnya seperti pembangunan trotoar atau halte. Hanya sebatas itu. An itu pun proyek bongkar pasang supaya anggaran bisa dikuras dan seolah ada proyek. Basi!

Ditambah proyek ambisius dan fantastis yaitu pembangunan stadion untuk Persija atau untuk DKI. Ya hanya segitu doang. Selebihnya tak terlihat dengan jelas.

Paling renovasi halte yg dibiarkan rusak ketika demo anarkis waktu lalu. Intinya supaya ada proyek yg hanya tambal sulam tanpa ada inovasi dan aksi kreatif. Kreatifnya hanya sepitar p[encitraan dan pemolesan lewat fotografi yg sebenarnya menjijikkan.

Pamer foto iya tapi kerja kosong melompong dan rakyat yg membutuhkan bantuan ditelantarkan.

Tapi kembali lagi, ke depan pembaca dan kita semua akan disuguhkan drama kontras.

KPK akan gercep dg melakukan OTT dg sangat gencar tapi jelas tak akan menyentuh DKI atau area-area tertentu yang menjadi tabu untuk dimasukinya. Dan DKI salah satunya dan sudah terbukti!

https://is.gd/vdtJHE
#GoDe




Berita Lainnya

ALGORITMA NIKEL

07/05/2021 17:00 - Indah Pratiwi

Paham Radikal di Lembaga Pemerintah

07/05/2021 14:00 - Indah Pratiwi

Bolehkah Bayar Zakat Fitrah Dengan Uang?

07/05/2021 12:30 - Dewi Sari

Jokowi Amati KPK Takut Pecat Novel Baswedan

06/05/2021 20:15 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA