Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

MUI Jabar soal Azan 'Jihad' : Tak Sesuai Syariat, Haram Berbuat Seperti Itu!

Pertama mengenai hukumnya adalah salah dan tidak boleh menurut syariat. Azan itu sudah dari sananya, tidak bisa diganggu gugat, diubah, tidak tambah dan tidak kurang

Aisyah Isyana - 04/12/2020 20:47

Beritacenter.COM - Pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam di Jawa Barat digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar. Pada kesempatan itu, MUI menyoroti soal viralnya sejumlah video azan 'hayya alal jihad', seperti yang terjadi di Majalengka.

"Kami sudah bersepakat, ini dihadiri para ketua umum ormas dan Kanwil Kemenag, berkaitan dengan azan yang ada hayya alal jihad-nya itu," kata Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i di kantor MUI Jabar, Kota Bandung, Jumat (4/11/2020).

Baca juga :

"Pertama mengenai hukumnya adalah salah dan tidak boleh menurut syariat. Azan itu sudah dari sananya, tidak bisa diganggu gugat, diubah, tidak tambah dan tidak kurang," sambungnya.

Rachmat juga menegaskan bahwa masyarkat Indonesia menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan. Dalam hal ini, azan yang disisipkan lafaz 'hayya alal jihad' itu berpotensi mengganggu dan menciptakan kersahan dan kegaduhan di masyarkat.

"Itu bisa ada keributan dan pertempuran," ujar Rachmat.

Untuk itu, dia berharap agar para pelaku dapat lebih diberi edukasi agar kedepannya kejadian seperti ini tak terulang. "Menyikapi hal itu, para pelaku itu bisa ditindak, tapi sifatnya edukatif. Rehabilitasi, dia diberi tahu bahwa itu salah," ucap Rachmat.

Namun, Rachmat tak menegaskan jbagwa apa yang dilakukan para pemuda di Majalengka itu merupakan suatu hal yang salah. "Dalam kondisi seperti itu, pertama tadi, saya tegaskan, tindakan itu salah dan menyimpang dari agama," kata Rachmat.

Dia menyebut azan 'hayya alal jihad' itu menyulut kegaduhan namun pelaku sama sekali tak tahu, maka penanganan yang diberikan adalah penegakan edukasi. Dalam hal ini, pelaku harus diberi penjelasan dan tausiah agar tahu jika hal yang dilakukannya adalah kesalahan.

"Walaupun disengaja, tapi di dalam agama itu barang siapa taubat dan memperbaiki diri, itu masalah selesai. Tapi soal hukum di Indonesia, unsur-unsurnya melecehkan atau tidak, termasuk itu penyimpangan, kami juga sepakat itu harus ditindak, karena itu salah," tutur Rachmat.

Lebih lanjut, Rachmat menyebut apa yang dilakukan para pemuda di Majalengka itu haram untuk dilakukan umat muslim lainnya. "Ya, kalau sudah tidak syariah, itu haram untuk berbuat seperti itu," kata Rachmat.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA